Ujian Nasional 24 sekolah akan digabung

Jum'at, 15 Maret 2013 - 10:59 WIB
Ujian Nasional 24 sekolah...
Ujian Nasional 24 sekolah akan digabung
A A A
Sindonews.com - Sebanyak 24 sekolah di Kulonprogo diusulkan untuk digabung dalam melaksanakan Ujian Nasional (UN) tahun 2013. Jumlah tersebut terdiri dari 12 Sekolah Menengah Kejuruan dan 12 Sekolah Menengah Pertama.

Kepala Dinas Pendidikan Kulonprogo Sri Mulatsih mengatakan, penggabungan 24 sekolah tersebut diusulkan kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi DIY sesuai Standar Operating Procedure (SOP) UN.

"Keputusan dari provinsi," kata Sri di kantornya, Jumat (15/3/2013).

Dia menjelaskan, sesuai SOP pelaksanaan UN di satu sekolah harus digabung dengan sekolah lain jika tidak memenuhi standar jumlah minimal siswa serta akreditasi jurusan. Karena itu, selain jumlah siswa penggabungan banyak disebabkan akreditasi yang belum memenuhi syarat.

"Syarat minimalnya kan harus sudah terakreditasi untuk jurusan bersangkutan dengan jumlah siswa minimal 20. Seperti SMK Maarif 2 Wates yang digabung misalnya program keahlian busana butik, siswa hanya 11 jadi harus gabung. Diusulkan di SMK N 1 Pengasih," katanya.

Bahkan di satu SMK ada beberapa jurusan yang harus digabung dengan sekolah lain agar memenuhi syarat minimal. Kendati demikian, Dinas Pendidikan juga memperhitungkan lokasi geografis di mana sekolah berada. Meski tidak memenuhi syarat, sekolah itu diusulkan tetap menggelar UN sendiri.

"Seperti di Kokap misalnya, ada SMK yang kita usulkan tetap menggelar UN sendiri. Pertimbangannya karena lokasi sekolah cukup jauh. Sehingga jika digabung dengan sekolah lain kasihan siswanya, jarak tempuh ke sekolah semakin jauh," terangnya.

Dia menambahkan, untuk SMP yang diusulkan digabung dalam melaksanakan UN antara lain SMP Kanisius Wates, SMP Bopkri Wates, SMP Muhamadiyah Almanar Galur, SMP Muh 1 dan 2 Lendah, SMP Muh 1 dan 2 Kokap, SMP Sanjaya Girimulyo.

Kemudian SMP Maarif di Nangulan, SMP Tamansiswa Nanggulan, SMP Muhamadiyah Nanggulan, serta SMP Kanisius Samigaluh. "Ini baru usulan, peutusan tetap ada di tangan provinsi. Sampai sekarang belum kami terima," pungkasnya.
(ysw)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Karhutla Dominasi Bencana...
Karhutla Dominasi Bencana Alam pada Pekan Ini, BNPB: Dampak Musim Kemarau
56 menit yang lalu
Minta Libatkan Masyarakat...
Minta Libatkan Masyarakat Adat, MPSI: PSN Wanam Harus Jamin Pendidikan Anak Papua
57 menit yang lalu
Gejolak PPP Banten,...
Gejolak PPP Banten, dari Gugatan ke Pengadilan hingga Saling Somasi
1 jam yang lalu
Kemenhut Bangun Rumah...
Kemenhut Bangun Rumah untuk Warga Terdampak Bencana Aceh Tamiang
1 jam yang lalu
Polisi Bakal Panggil...
Polisi Bakal Panggil Pengemudi Alphard dan Satpam yang Terlibat Cekcok di Bundaran HI
2 jam yang lalu
Sekda Tangsel Bambang...
Sekda Tangsel Bambang Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Publik Sesuai Standar
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar 103 Sekolah Swasta...
Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved