4 ribu lebih warga Jaktim belum dapat e-KTP
Selasa, 12 Maret 2013 - 12:07 WIB
4 ribu lebih warga Jaktim belum dapat e-KTP
A
A
A
Sindonews.com – Kendati Pemerintah Kota Administrasi (Pemkot) Jakarta Timur menerapkan program Pelayanan Terpadu Malam Hari (PTMH), namun tidak semua warga Jakarta TImur mendapatkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP).
Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Timur, sedikitnya 444,540 jiwa warga Jakarta Timur belum mendapatkan e-KTP. Sampai saat ini telah ada 1.737.650 penduduk Jakarta Timur, yang telah melakukan perekaman data e-KTP.
Adapun jumlah fisik e-KTP yang sudah dicetak mencapai 1.538.752 dan sudah didistribusikan ke warga sebanyak 1.425.336. Wali Kota Jakarta Timur R Krisdianto mengaku, percepatan program e-KTP mendapatkan perhatian serius pihaknya, karena memiliki banyak manfaat.
Menurutnya, e-KTP tidak hanya sekedar pembuatan administrasi kependudukan semata, namun juga bermanfaat bagi berbagai hal lainnya, seperti dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan fisik, infrastruktur, program Keluerga Berencana (KB), masalah keamanan lingkungan dan mendata masalah perpajakan.
"Alasan-alasan tersebut yang membuat kami all out dalam pembuatan e-KTP," katanya, Selasa (12/3/2013).
Krisdianto berharap, nantinya tidak ada satupun warga yang tertinggal dalam pembuatan e-KTP. Hal ini agar pihaknya dapat mempunyai data warga Jakarta Timur yang valid apabila dibutuhkan.
Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Timur, sedikitnya 444,540 jiwa warga Jakarta Timur belum mendapatkan e-KTP. Sampai saat ini telah ada 1.737.650 penduduk Jakarta Timur, yang telah melakukan perekaman data e-KTP.
Adapun jumlah fisik e-KTP yang sudah dicetak mencapai 1.538.752 dan sudah didistribusikan ke warga sebanyak 1.425.336. Wali Kota Jakarta Timur R Krisdianto mengaku, percepatan program e-KTP mendapatkan perhatian serius pihaknya, karena memiliki banyak manfaat.
Menurutnya, e-KTP tidak hanya sekedar pembuatan administrasi kependudukan semata, namun juga bermanfaat bagi berbagai hal lainnya, seperti dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan fisik, infrastruktur, program Keluerga Berencana (KB), masalah keamanan lingkungan dan mendata masalah perpajakan.
"Alasan-alasan tersebut yang membuat kami all out dalam pembuatan e-KTP," katanya, Selasa (12/3/2013).
Krisdianto berharap, nantinya tidak ada satupun warga yang tertinggal dalam pembuatan e-KTP. Hal ini agar pihaknya dapat mempunyai data warga Jakarta Timur yang valid apabila dibutuhkan.
(stb)