Evaluasi program Jamkesda di Depok, benahi dari sini

Sabtu, 02 Maret 2013 - 16:32 WIB
Evaluasi program Jamkesda...
Evaluasi program Jamkesda di Depok, benahi dari sini
A A A
Sindonews.com - Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) Bambang Wispriono menilai, evaluasi program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) di Depok, sejauh ini sudah cukup baik. Namun dia menilai, masih banyak kelemahan yang terjadi dalam sistem pelayanan.

"Kita harus melihat dua sisi, tak hanya dari sisi pemerintah daerah saja. Tetapi sisi masyarakat juga, jangan semua apa-apa demi masyarakat juga, nanti enggak pernah beres. Sejauh ini sudah baik. Yang penting sistemnya harus pro rakyat," ungkapnya, di Depok, Sabtu (2/3/2013).

Dia menambahkan, implementasi di lapangan memang terdapat sistem yang masih harus diperbaiki. "Misalnya dana dari pemerintah pembayaran atau klaim rumah sakit telat, birokrasi harus dibuat lebih simpel. Namun sejauh ini pintunya sudah bagus," tegasnya.

Dia juga mendorong agar kesiapan rumah sakit menampung pasien, terutama pasien miskin untuk lebih ditingkatkan. Jangan sampai ada keterbatasan kelas.

"Jumlahnya ditambah, memang banyak masyarakat kita maunya berobat langsung ke RS, enggak mau ke puskesmas dulu," imbuhnya.

Banyak pula administrasi kependudukan di masyarakat belum rapi, sehingga banyak proses mendapatkan Jamkesda berbelit-belit. Banyak pula masyarakat yang baru sadar mengurus Jamkesda saat mereka jatuh sakit.

"Orang itu kadang-kadang baru mengurus kalau tiba-tiba sakit. Ada juga yang bukan KTP dialamat tempat mereka tinggal, bertahun-tahun di situ, begitu mulai sakit, baru komplain. Masyarakat juga jangan minta dilayani terus harus bisa hidup tertib," jelasnya.

Untuk itu, dia mendorong agar rumah sakit memberlakukan reformasi pelayanan dengan menghapus sistem kasta atau kelas. Semestinya hanya ada dua jenis kamar, yakni kamar yang menggunakan biaya dan asuransi pribadi, serta kamar yang ditanggung oleh pemerintah.

"Reformasi model RS yang pas, jangan ada kelas I, II, III, seperti dikastakan. Harus dibikin dua kelompok saja, kelas 2 dan 3 digabung jadi satu saja. Harusnya ada pembenahan sistem RS," tandasnya.
(san)
Berita Terkait
Pemkot Depok Banjir...
Pemkot Depok Banjir Kritik, Bongkar Pasang Trotoar Jalan Margonda
Kolaborasi Olahraga...
Kolaborasi Olahraga dengan Industri Kreatif,Gekrafs Depok Gelar Turnamen Sepak Bola untuk Anak
Pemkot Depok Izinkan...
Pemkot Depok Izinkan Warga Ziarah Kubur dengan Penerapan Prokes
Sambangi Kantor PCNU...
Sambangi Kantor PCNU Depok, PDIP Ingin Dapatkan Saran Soal Penangangan Covid-19
Pemkot Depok Pertimbangkan...
Pemkot Depok Pertimbangkan Lakukan Swab Test di Lokasi Keramaian
Usia ke-21 Kota Depok,...
Usia ke-21 Kota Depok, Momentum Refleksi Diri
Berita Terkini
Kemenham Kecam Tewasnya...
Kemenham Kecam Tewasnya Terduga Pencuri Ayam di Bali: Dorong Anak Korban Dapat Perlindungan Negara
2 jam yang lalu
Ketua RT Terima Laporan...
Ketua RT Terima Laporan Ada Orang Pingsan di Tempat Sutrimo Tergeletak
2 jam yang lalu
Olah TKP Pria Meninggal...
Olah TKP Pria Meninggal Dunia Diduga Karumga Febrie, Polisi Bawa Bantal hingga Motor
4 jam yang lalu
Tragis! Di Bali, Pria...
Tragis! Di Bali, Pria Tewas Dikeroyok Hanya Gara-gara Dituduh Curi Ayam
5 jam yang lalu
HUT ke-15, AMG Komitmen...
HUT ke-15, AMG Komitmen Jadi Rujukan Pemakaman Muslim Modern di Indonesia
6 jam yang lalu
72,8% Wilayah Indonesia...
72,8% Wilayah Indonesia Kemarau, BMKG: Jateng Terkering, 80 Hari Tak Diguyur Hujan
7 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved