Warga miskin di Batu capai 34.400 jiwa

Rabu, 27 Februari 2013 - 17:38 WIB
Warga miskin di Batu...
Warga miskin di Batu capai 34.400 jiwa
A A A
Sindonews.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu, menyatakan jika angka kemiskinan di wilayahnya masih tinggi. Tercatat, jumlah kemiskinan di kota tersebut mencapai 8.006 Rumah Tangga Miskin (RTM) atau 34.400 jiwa.

"Angka kemiskinan di Kota Batu memang masih tinggi. Karena ada perubahaan sistem pendataan kemiskinan. Sekarang ini kelas ekonomi menengah ke bawah, masuk dalam kategori keluarga miskin," ungkap Kasi Statistik Sosial BPS Kota Batu, Rahadi, Rabu (27/2/2013).

Menurutnya, dari 19 desa yang ada, angka kemiskinan paling banyak terdapat di Desa Pesangrahaan, dan Giripurno. Di Desa Pesangrahaan jumlahnya mencapai 1.008 jiwa. Sedangkan di Desa Giripurno mencapai 1.098 jiwa.

Sementara itu Sekretaris Kota (Sekkot) Batu, Widodo, menyatakan, setiap tahun pemerintah melalui beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) membuat program pengentasan kemiskinan. Tapi ternyata diakuinya belum efektif untuk mengurangi angka kemiskinan. Dia menduga ada beberapa program pengentasan kemiskinan dari pemerintah salah sasaran.

Misalnya, bantuan sapi perah dan kambing. Bantuannya jatuh pada orang yang udzur sehingga tidak bisa mengembangkan bantuan sapi perah dan kambingnya.

"Sesuai intruksi dari kepala daerah, Pemkot Batu segera membentuk tim kordinasi penanggulangan kemiskinan. Tim itu bekerja sama dengan camat, Kades dan lurah serta Ketua RW dan RT untuk mendata jumlah keluarga miskin di wilayah Batu," ungkap dia.

Menurut Widodo, target pemerintah setiap tahunnya bisa menurunkan angka kemiskinan sampai 5 persen. Syaratnya, seluruh SKPD kompak membuat dan menjalankan program yang bertujuan mengentaskan kemiskinan.

"Kadang kita tidak mengerti, pertumbuhan ekonomi lima tahun terakhir bagus. Tapi jumlah warga miskin masih 34.000 jiwa, lalu penerima jatah beras miskin masih 6.277 jiwa. Makanya, wali kota memerintahkan kepada semua SKPD untuk memiliki data kemiskinan yang valid, agar sasaran programnya jelas," urainya.

Kades Giripurno, Sudarmaji menyatakan, jumlah warga miskin di desa bisa bertambah juga bisa berkurang. Syaratnya pendataan BPS harus lebih teliti lagi.

"Kita ambil contoh sederhana saja tentang kartu Jamkesmas. Ternyata, masih banyak keluarga mampu menerima kartu Jamkesmas. Sedangkan yang laik menerima kartu Jamkesmas justru tidak dapat. Jadi perlu ada pendataan ulang tentang warga miskin di Desa Giripurno," pungkas Sudarmaji.
(rsa)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Punya KTP DKI dan Beli...
Punya KTP DKI dan Beli Rumah Pertama? Ini Syarat Dapat Diskon BPHTB 50 Persen
32 menit yang lalu
Polda Metro Jaya Bakal...
Polda Metro Jaya Bakal Panggil Hotman Paris Usai Dilaporkan PWI
1 jam yang lalu
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
2 jam yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
2 jam yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalsel Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
2 jam yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
9 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved