DPRD kasih catatan buruk untuk Pemkot Depok
Senin, 25 Februari 2013 - 22:44 WIB
DPRD kasih catatan buruk untuk Pemkot Depok
A
A
A
Sindonews.com - DPRD Kota Depok mengkritik banyak kinerja Pemerintah Kota. DPRD meminta Pemkot Depok, segera mengerjakan jalan yang rusak serta pembangunan puskesmas di setiap kelurahan. Hal itu disampaikan anggota dewan dalam rapat Paripurna Laporan Hasil Kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2013, di gedung dewan, Senin (25/2).
Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Depok Endah Winarti mengatakan, masyarakat Cimanggis, Tapos, dan Cilodong meminta jalan-jalan yang tak layak segera dibangun.
Kemudian juga, jalan-jalan rusak segera diperbaiki. Tak hanya itu, warga juga meminta Jalan Raya Bogor diberikan median jalan atau pemisah jalan. Hal itu diperlukan karena di jalan itu sering terjadi kecelakaan.
"Kami juga minta eksekutif mensosialisasikan Perda tentang kependudukan, bahwa pendatang yang menjadi warga Depok bayar retribusi Rp100 ribu. Malah saya setuju jika bayar Rp1 juta. Selain itu sosialisasi Perda pemakaman juga harus dilakukan. Kasihan kan warga sudah kena musibah harus bayar besar untuk pemakaman," katanya mengkritisi, Senin (25/2/2013).
Endah menambahkan, warga juga meminta agar di setiap kelurahan dibangun puskesmas. Hal itu untuk mengurangi jarak tempuh warga dan ongkos jalan. Selain itu juga dibuatkan setiap RW ada posyandu.
Tak hanya itu, warga juga meminta lahan kosong dijadikan taman kota. Kemudian juga truk-truk sampah beroperasi pada malam hari. Ini agar pada pagi hari sampah sudah bersih. Selain itu juga, tidak mengganggu masyarakat saat beraktivitas. Pola tersebut sudah dilakukan oleh DKI Jakarta dan Yogyakarta.
"Kami juga meminta agar sistim penerimaan siswa baru dibenahi, dan tidak ada lagi sekolah yang menyuruh muridnya membeli buku di toko buku yang ditunjuk," ujarnya.
Hal senada disampaikan anggota Fraksi PKS Nur Komariah. Dia menyatakan, untuk warga Sawangan dan Bojongsari, kebutuhan yang harus segera dilakukan adalah drainase dan jalan serta pembangunan sekolah negeri diperbanyak.
Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Depok Endah Winarti mengatakan, masyarakat Cimanggis, Tapos, dan Cilodong meminta jalan-jalan yang tak layak segera dibangun.
Kemudian juga, jalan-jalan rusak segera diperbaiki. Tak hanya itu, warga juga meminta Jalan Raya Bogor diberikan median jalan atau pemisah jalan. Hal itu diperlukan karena di jalan itu sering terjadi kecelakaan.
"Kami juga minta eksekutif mensosialisasikan Perda tentang kependudukan, bahwa pendatang yang menjadi warga Depok bayar retribusi Rp100 ribu. Malah saya setuju jika bayar Rp1 juta. Selain itu sosialisasi Perda pemakaman juga harus dilakukan. Kasihan kan warga sudah kena musibah harus bayar besar untuk pemakaman," katanya mengkritisi, Senin (25/2/2013).
Endah menambahkan, warga juga meminta agar di setiap kelurahan dibangun puskesmas. Hal itu untuk mengurangi jarak tempuh warga dan ongkos jalan. Selain itu juga dibuatkan setiap RW ada posyandu.
Tak hanya itu, warga juga meminta lahan kosong dijadikan taman kota. Kemudian juga truk-truk sampah beroperasi pada malam hari. Ini agar pada pagi hari sampah sudah bersih. Selain itu juga, tidak mengganggu masyarakat saat beraktivitas. Pola tersebut sudah dilakukan oleh DKI Jakarta dan Yogyakarta.
"Kami juga meminta agar sistim penerimaan siswa baru dibenahi, dan tidak ada lagi sekolah yang menyuruh muridnya membeli buku di toko buku yang ditunjuk," ujarnya.
Hal senada disampaikan anggota Fraksi PKS Nur Komariah. Dia menyatakan, untuk warga Sawangan dan Bojongsari, kebutuhan yang harus segera dilakukan adalah drainase dan jalan serta pembangunan sekolah negeri diperbanyak.
(stb)