Ahok prihatin kejadian yang menimpa Dera

Senin, 18 Februari 2013 - 23:32 WIB
Ahok prihatin kejadian...
Ahok prihatin kejadian yang menimpa Dera
A A A
Sindonews.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menyayangkan sikap rumah sakit (RS) yang menolak bayi bernama Dera Nur Anggraini untuk mendapatkan perawatan. Akibat penolakan itu Dera meninggal dunia, karena tidak tertolong lagi.

"Saya prihatin dengan peristiwa ini. Seharusnya bayi tersebut dapat tertangani dengan baik di rumah sakit," kata Basuki atau yang kerap disapa Ahok di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (18/2/2013).

Seyogyanya, kata dia, rumah sakit tidak perlu menolak pasien. Bila menyangkut biaya perawatan, Pemprov DKI pasti akan membayarnya. Karena sudah menganggarkan Kartu Jakarta Sehat (KJS) pada tahun 2013 ini sudah dinaikkan menjadi Rp1,2 triliun.

Dalam menjalankan sistem KJS, Pemprov DKI telah menjalin kerja sama dengan 85 rumah sakit (RS). Namun, dari peristiwa ini, Ahok menilai penolakan tersebut tidak terjadi karena terkait perjanjiannya saja, melainkan persoalan kapasitas ruang inap kelas III di RS yang ada di Jakarta tidak cukup.

Artinya, jumlah ruang rawat inap kelas III di RS seluruh Jakarta tidak sebanding dengan jumlah warga miskin di ibu kota. Sehingga sering kali ruang rawat inap kelas III penuh, dan terjadi penolakan pasien.

"Makanya saya bilang kepada Kepala Dinas Kesehatan DKI, siapa pun yang bangun RS, kita akan kasih lepas dan kebebasan. Asalkan dia bisa ngasih ke kita sebanyak 60 hingga 75 persen ruang rawat inap kelas III," ujarnya.

Bahkan tidak hanya diberikan kemudahan izin mendirikan bangunan, lanjutnya, Pemprov DKI juga bersedia akan menghibahkan alat kesehatan pendukung senilai miliaran rupiah kepada pihak RS.

Sehingga penanganan kesehatan bagi warga miskin yang ada di Jakarta tetap optimal mendapatkan layanan kesehatan melalui peralatan-peralatan kesehatan yang lengkap.

"Jumlah penduduk miskin di Jakarta tidak sesuai dengan kapasitas kelas III di RS. Meski undang-undang mengatur 25 persen untuk kelas III, dan 75 persen untuk kelas yang lain, tapi kita mau mainnya 75 persen di kelas III," paparnya.

Diungkapkannya, kalau dihitung secara cermat hampir setengah populasi Jakarta tidak mampu berobat. Rata-rata mereka mau berobat dan dirawat inap di kelas III. Kondisi ini membuat kekurangan ruang rawat inap.

"Makanya kita harus dorong swasta update ruangannya lebih banyak kelas III. Makanya kita mau dorong, siapa yang bangun RS, khususnya RS pendidikan ya, kayak Islam. Kita bantu mau koefisien luas bangunan (KLB) berapa tingginya, kita bantu asal kelas III-nya diatas 60-75 persen," tuturnya.
(mhd)
Berita Terkait
Bayi Diduga Tertukar...
Bayi Diduga Tertukar Dalam Kondisi Meninggal, RS di Cempaka Putih Fasilitasi Tes DNA
Terkenal Tangguh, Helikopter...
Terkenal Tangguh, Helikopter Bell Mampu Beroperasi di Berbagai Kondisi Ekstrem
Kisruh Bayi Tertukar...
Kisruh Bayi Tertukar Menimpa Warga Ciseeng, Ini Penjelasan RS Sentosa Bogor
Kronologi dan Cerita...
Kronologi dan Cerita Lengkap Bayi Tertukar di RS Sentosa Bogor
Kasus Bayi Tertukar...
Kasus Bayi Tertukar di Bogor Terjadi Perkembangan Luar Biasa, Apa Itu?
Rumah Bersama Bantu...
Rumah Bersama Bantu Proses Transisi Bayi Tertukar di Bogor
Berita Terkini
Kemendagri: Tanggap...
Kemendagri: Tanggap Darurat Aceh Berakhir, Anggaran Pemulihan Disiapkan Rp58,9 Triliun
8 jam yang lalu
Yusril Imbau Dedi Mulyadi...
Yusril Imbau Dedi Mulyadi Tak Bikin Sayembara Tangkap Begal: Khawatir Masyarakat Jadi Main Hakim Sendiri
9 jam yang lalu
BNI Menegaskan Kedatangan...
BNI Menegaskan Kedatangan Siswa Bukan atas Arahan Petugas
10 jam yang lalu
Kemhan Sebut Insiden...
Kemhan Sebut Insiden Bus Dinas yang Diduga Kabur usai Tabrak Ojol Diselesaikan secara Damai
11 jam yang lalu
Kisah Warga Bondowoso...
Kisah Warga Bondowoso Sukarela Serahkan Lutung Jawa ke Kemenhut
12 jam yang lalu
Hati-hati! Ada Perbaikan...
Hati-hati! Ada Perbaikan Jalan di Tol Jakarta-Cikampek
12 jam yang lalu
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved