Jokowi akui RS belum siap terima KJS
Senin, 18 Februari 2013 - 19:36 WIB
Jokowi akui RS belum siap terima KJS
A
A
A
Sindonews.com - Sejak diluncurkannya Kartu Jakarta Sehat (KJS), pada November 2012 lalu, lonjakan pasien di rumah sakit naik 70 persen dibandingkan sebelum program ini digulirkan Pemprov DKI Jakarta.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, lonjakan ini menjadi penyebab penuhnya ruangan ICU, sehingga banyak rumah sakit kewalahan melayani pasien.
"Hampir 70 persen peningkatan jumlah pasien, dibanding sebelumnya sehingga kamar ICU penuh," terang Joko Widodo, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (18/2/2013).
Alasan ini, belum cukup untuk membenarkan penolakan pasien bayi oleh rumah sakit yang menyebabkan Dera meninggal dunia. Sementara saat ditanya soal KJS yang kurang ajaib, Jokowi mengakui, karena sarana rumah sakit yang masih belum memadai.
Lebih lanjut, dia menambahkan, adanya sarana-prasarana yang belum memadai sehingga KJS berjalan tetapi belum didukung sarana yang cukup. "Artinya sistem Jakarta sehat itu berjalan tapi kondisi rumah sakitnya yang belum memungkinkan menerima pasien," terangnya.
Lebih jauh, Jokowi membantah, dengan adanya 70 persen lonjakan pasien yang menyebabkan kurangnya sarana prasarana rumah sakit, menimbulkan adanya indikasi pasien terlantarkan. "Enggak gitu. Sistem jalan tapi pendukungnya ini juga harus dikejar agar ini cepet," tandasnya.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, lonjakan ini menjadi penyebab penuhnya ruangan ICU, sehingga banyak rumah sakit kewalahan melayani pasien.
"Hampir 70 persen peningkatan jumlah pasien, dibanding sebelumnya sehingga kamar ICU penuh," terang Joko Widodo, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (18/2/2013).
Alasan ini, belum cukup untuk membenarkan penolakan pasien bayi oleh rumah sakit yang menyebabkan Dera meninggal dunia. Sementara saat ditanya soal KJS yang kurang ajaib, Jokowi mengakui, karena sarana rumah sakit yang masih belum memadai.
Lebih lanjut, dia menambahkan, adanya sarana-prasarana yang belum memadai sehingga KJS berjalan tetapi belum didukung sarana yang cukup. "Artinya sistem Jakarta sehat itu berjalan tapi kondisi rumah sakitnya yang belum memungkinkan menerima pasien," terangnya.
Lebih jauh, Jokowi membantah, dengan adanya 70 persen lonjakan pasien yang menyebabkan kurangnya sarana prasarana rumah sakit, menimbulkan adanya indikasi pasien terlantarkan. "Enggak gitu. Sistem jalan tapi pendukungnya ini juga harus dikejar agar ini cepet," tandasnya.
(san)