Warga Jakarta masih enggan pakai angkutan umum
Jum'at, 15 Februari 2013 - 18:03 WIB
Warga Jakarta masih enggan pakai angkutan umum
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus bekerja keras untuk mengurai kemacetan di Jakarta. Salah satu langkah yang diambilnya adalah dengan memaksimalkan alat transportasi massal, mulai dari bus Transjakarta hingga monorel.
Namun, langkah pemerintah itu tidak akan berhasil dengan maksimal jika tidak mendapatkan dukungan warga Jakarta. Lantas relakah warga Jakarta meninggalkan kebiasaannya menggunakan kendaraan pribadi dan beralih ke angkutan umum?
"Saya sih tetap pakai mobil pribadi, soalnya kalau naik angkutan umum saya tidak biasa," ujar Akim Lie (65), pengusaha kertas di Jakarta kepada Sindonews, Jumat (15/2/2013).
Hal senada diungkapkan oleh Budi (35), pengusaha ME (Mechanical & Electrical). Dia mengaku akan tetap menggunakan kendaraan pribadi ketimbang menggunakan angkutan kota yang terkenal suka molor dan tidak nyaman.
"Naik mobil sendirilah. Jadi tidak perlu nunggu bus yang tidak ontime dan tidak nyaman," imbuhnya.
Berbeda dengan dua orang di atas, Fendy Harefa (45), seorang pengusaha bengkel mobil memilih transportasi umum dibandingkan mobil pribadi. Menurutnya, angkutan umum sangat membantu.
"Biasanya saya kalau cari mobil bekas lebih memilih untuk naik transportasi massal seperti bus transjakarta," ungkapnya.
Namun, langkah pemerintah itu tidak akan berhasil dengan maksimal jika tidak mendapatkan dukungan warga Jakarta. Lantas relakah warga Jakarta meninggalkan kebiasaannya menggunakan kendaraan pribadi dan beralih ke angkutan umum?
"Saya sih tetap pakai mobil pribadi, soalnya kalau naik angkutan umum saya tidak biasa," ujar Akim Lie (65), pengusaha kertas di Jakarta kepada Sindonews, Jumat (15/2/2013).
Hal senada diungkapkan oleh Budi (35), pengusaha ME (Mechanical & Electrical). Dia mengaku akan tetap menggunakan kendaraan pribadi ketimbang menggunakan angkutan kota yang terkenal suka molor dan tidak nyaman.
"Naik mobil sendirilah. Jadi tidak perlu nunggu bus yang tidak ontime dan tidak nyaman," imbuhnya.
Berbeda dengan dua orang di atas, Fendy Harefa (45), seorang pengusaha bengkel mobil memilih transportasi umum dibandingkan mobil pribadi. Menurutnya, angkutan umum sangat membantu.
"Biasanya saya kalau cari mobil bekas lebih memilih untuk naik transportasi massal seperti bus transjakarta," ungkapnya.
(san)