Banyak pengusaha game online abaikan aturan

Jum'at, 08 Februari 2013 - 15:10 WIB
Banyak pengusaha game...
Banyak pengusaha game online abaikan aturan
A A A
Sindonews.com - Banyak tempat game online di Yogyakarta yang mengabaikan aturan, terutama larangan bagi pelajar yang masih berseragam sekolah masuk atau berada di kawasan tersebut.

Terbukti meski di tempat tersebut sudah ada stiker yang berisi larangan itu, siswa-siswa yang berseragam sekolah tetap dibiarkan asik bergame online di situ.

Hal ini, dapat ditemukan di salah satu tempat game online di Jalan Hayam Wuruk, Yogyakarta. Parahnya lagi, tempat itu berada di kawasan pendidikan, yaitu SDN Lempuyangwangi, SMPN 4 Yogyakarta, serta tepat berada di depan Dinas Pendidikan (Disdik) Yogyakarta.

Kondisi ini, membuat para orang tua siswa menjadi resah, mereka pun meminta pemkot segera mengambil tindakan. Jika tidak, bukan akan berdampak buruk pada perkembangan siswa, namun juga mengancam generasi mendatang.

Para orang tua pun sudah melaporkan masalah itu instansi berwenang, termasuk ke forum pemantau independen (Forpi) Yogyakarta.

Kepala Divisi Pelaporan dan Pengaduan Forpi Yogyakarta Baharuddin Kamba mengaku, telah menerima pengaduan dari para orang tua, yang mengeluhkan terjadinya pelanggaran tersebut.

Sebagai tindaklanjut atas laporan tersebut, Forpi juga langsung melakukan pemantauan ke lapangan. Dan ternyata benar, saat berada di tempat game online melihat banyak siswa yang berseragam sekolah di tempat itu.

“Memang beberapa game online tidak menerapkan aturan tersebut, padahal di pintu masuk tempat itu juga sudah ada stiker yang bertuliskan 'pelajar bersergam sekolah di larang masuk atau berada di seputar lokasi ini'. Dimana di bawahnya ada logo kepolisian dan pemkot,” terang Baharuddin, Jumat (8/2/2013).

Baharuddin mengatakan, sebagai tindaklanjut atas temuan tersebut, Forpi segera akan memberikan rekomendasi kepada walikota, khususnya untuk meninjau kembali perizinan untuk usaha-usaha tersebut, baik lokasi maupun aturan lainnya, termasuk harus memberikan sanksi tegas bagi yang melakukan pelanggaran.

“Kami juga mempertanyakan soal pemberian izin usaha game online di lokasi yang dekat dengan kawasan pendidikan, seperti yang ada di Jalan Hayam Wuruk dan tempat lainnya,” tandasnya.

Kasi Kesiswaan Disdik Yogyakarta Wisnu Sanjaya mengatakan, untuk masalah tersebut belum dapat memberikan keterangan. Selain masih akan menunggu kajian walikota terhadap rekomendasi Forpi, untuk masalah penertiban dan perizinan juga bukan menjadi kewenangan Disdik. Namun begitu, setelah ada laporan ini, segera akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait.

“Kami dalam waktu dekat juga akan melakukan operasi penertiban siswa saat jam sekolah, terutama ke tempat-tempat yang selama ini siswa biasa mangkal, termasuk ke game online,” janjinya.

Sekretaris Komisi D DPRD Yogyakarta Muhammad Fauzan mendesak Pemkot Yogyakarta segera melakukan pengawasan dan penertiban terhadap jam buka game online maupun warung internet (warnet).

Sebab, dengan jam buka yang rata-rata 24 jam banyak pelajar yang menghabiskan waktunya di tempat tersebut. Bahkan ada yang sampai tidak pulang, sehingga lupa terhadap kewajiban mereka, yaitu belajar.

“Jika hal tersebut tetap dibiarkan dikhawatirkan menjadi ancaman serius bagi generasi muda Yogyakarta. Terutama dalam pembangunan kualitas pendidikan,” jelasnya.

Selain itu, untuk mengatasi masalah ini, juga perlu adanya regulasi, terutama pembatasan jam kunjung untuk anak usia sekolah. Termasuk memberikan sanksi yang tegas bagi pengusaha yang melanggar. Bila tidak upaya dalam pembangunan dan peningkatan pendidikan di Yogyakarta terancam gagal, khususnya yang menyangkut soal moral.

“Untuk pendidikan ini, mestinya bukan hanya dilihat dari kualitas akademiknya saja namun juga moral dan akhlak,” tegasnya.
(rsa)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
ACC Wujudkan Harapan...
ACC Wujudkan Harapan Baru untuk Pendidikan di Pelosok Negeri
Berita Terkini
PPP Banten Gelar Mukerwil...
PPP Banten Gelar Mukerwil V, Fokus Konsolidasi Hadapi Verifikasi Pemilu 2029
22 menit yang lalu
Integrasi Pendidikan,...
Integrasi Pendidikan, Visitasi Rektorat UIN Jakarta Berjalan Lancar dan Tak Ganggu KBM
27 menit yang lalu
Insiden di Blok M, Kuasa...
Insiden di Blok M, Kuasa Hukum Selebgram MIA Beri Klarifikasi
33 menit yang lalu
Jadi Ruang Kolaborasi...
Jadi Ruang Kolaborasi Seniman, Menekraf Apresiasi ArtMoments Jakarta 2026
44 menit yang lalu
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
53 menit yang lalu
World Chiz Day 2026,...
World Chiz Day 2026, Prochiz Sasar Lebih dari 1.000 Siswa SD di Tiga Kota
2 jam yang lalu
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved