Penjualan bayi diduga melibatkan sindikat luar negeri

Jum'at, 08 Februari 2013 - 00:58 WIB
Penjualan bayi diduga...
Penjualan bayi diduga melibatkan sindikat luar negeri
A A A
Sindonews.com – Penjualan bayi yang baru saja diungkap oleh pihak Kepolisian, diduga melibatkan sindikat penjualan orang luar negeri. Hal itu diungkapkan, Kasat reskim Polres Jakarta Barat, Komisaris Besar Polisi, Hengki Haryadi.

Menurutnya, beberapa bukti yang berhasil disita oleh petugas, menunjukkan ada indikasi penjualan bayi melibatkan sindikat luar negeri.

“Salah satu yang disita adalah uang dollar singapure, passport dan manifest penerbangan tujuan Jakarta-Singapore pada 9/2/2013. Dari barang bukti tersebut, menandakan bahwa jaringan ini melibatkan sindikat penjualan manusia dalam negeri dan luar negeri,” ungkap Kasat reskim Polres Jakarta Barat, Komisaris Besar Polisi, Hengki Haryadi, Kamis (7/2/2013).

Ia mengaku, masih melakukan pengembangan terhadap kasus penjualan bayi ini, yang sudah dilakukan oleh kawanan sindikat ini.

“Kami masih melakukan pengembangan,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim Reserse Polres Jakarta Barat kembali berhasil mengungkap, jaringan perdagangan anak. Kali ini petugas berhasil mengamankan LD alias T di Pesing Koneng, Kelurahan Kedoya Utara, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Kepada petugas LD mengaku, sudah menjalankan bisnis haramnya sejak tahun 2010 silam. Tersangka berhasil penjualan lima bayi, dengan harga rata-rata Rp10 juta hingga Rp21 juta rupiah.

LD tidak sendirian dalam melakukan aksinya. Ada HS alias L yang sejak tahun 1992 sudah melakukan kegiatan jual beli anak. Setiap tahunnya, HS dapat menjual tiga bayi. Sedangkan bulan Desember 2012, ia mengaku telah menjual 12 bayi.

Dua bulan lalu, lanjut Hengki, HS memalsukan akte kelahiran dan paspor Bayi yang akan diadopsi warga negara Singapore. Namun pada awal Januari 2012, aksi HS
digagalkan oleh kepolisian.

Bersama empat tersangka lainnya, LD dan HS ditahan dengan barang bukti enam unit Handphone, uang tunai Rp5.400.000.

Selain itu petugas juga menyita uang 500 dollar Singapore, paspor, akte kelahiran, kartu keluarga, dan manifest penerbangan tujuan Jakarta-Singapore pada 9 Februari 2013.
(stb)
Berita Terkait
Penangkapan Kawanan...
Penangkapan Kawanan Pelaku TPPO di Banten
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap 28 Kasus TPPO dalam 20 Hari, 29 Pelaku Ditangkap
Ditreskrimum Polda Jateng...
Ditreskrimum Polda Jateng Bongkar Sindikat TPPO di Brebes, Korbannya Puluhan Orang
Polda Jateng Tangkap...
Polda Jateng Tangkap 46 Tersangka TPPO Dalam 2 Pekan, 1.337 Orang Jadi Korban
Gagalkan Perdagangan...
Gagalkan Perdagangan Orang ke Malaysia, Ditpolair Amankan Satu Nahkoda Speed Boat
Kasus Perdagangan Orang...
Kasus Perdagangan Orang ke Luar Negeri Kian Marak
Berita Terkini
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
2 jam yang lalu
Perkuat Kolaborasi Inovasi...
Perkuat Kolaborasi Inovasi Perikanan, Bupati Bogor Tinjau Fasilitas Raiser Ikan Hias BRIN
6 jam yang lalu
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran...
Sudah 2 Tahun SDN Kebayoran Lama 09 Roboh, Pramono: Saya Baru Tahu Pas Viral
6 jam yang lalu
Integrasi Satuan Pendidikan,...
Integrasi Satuan Pendidikan, UIN Jakarta: Tak Bergantung pada Satu Putusan PTUN
7 jam yang lalu
2 Gudang Besar Narkoba...
2 Gudang Besar Narkoba di Bogor Dibongkar, Polisi Sita Jutaan Butir Obat Keras Ilegal
9 jam yang lalu
Pipa Gas Meledak di...
Pipa Gas Meledak di Medan, 1 Tewas dan 2 Orang Lainnya Masih Tertimbun
10 jam yang lalu
Infografis
7 Universitas Islam...
7 Universitas Islam Negeri Terbaik Masuk Top 100 Nasional Webometrics 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved