Dijerat kemiskinan, Keluarga Taripah konsumsi nasi aking

Rabu, 06 Februari 2013 - 11:02 WIB
Dijerat kemiskinan,...
Dijerat kemiskinan, Keluarga Taripah konsumsi nasi aking
A A A
Sindonews.com - Kehidupan keluarga Taripah (58) warga Dukuh Krangkeng, RT 02 RW 04, Desa Pagejugan, Brebes benar-benar memprihatinkan. Hingga kini, dia sekeluarga harus mengkonsumsi nasi aking karena tidak menerima bantuan raskin.

Nasi aking biasanya merupakan makanan sisa yang disiapkan untuk pakan bebek. Namun, keluarga Taripah terpaksa mengonsumsinya mengingat ketiadaan biaya untuk membeli beras atau kebutuhan sembako layak.

Taripah membeli nasi aking per kilogramnya seharga Rp2.000 atau lebih murah dibandingkan dengan harga beras saat ini yakni Rp8.000 perkilo. Keluaga ini menghabiskan nasi aking setiap hari satu kilogram.

Nasi aking itu direbus hingga matang. Lantas, mereka lahap dengan lauk seadanya.

"Hari ini lauknya tahu. Tadi saya sempat beli," ujar Taripah ditemui di rumahnya, Rabu (6/2/2013).

Taripah sekeluarga mulai mengonsumsi nasi aking sejak tiga bulan lalu. Tepatnya sejak beberapa musibah melanda rumah tangganya. Rumahnya mengalami kebakaran usai Lebaran Idul Fitri tahun 2012. Lantas, musibah lainnya Taripah harus hidup sendiri karena suaminya Mursa (55)menceraikannya.

Dalam kondisi keterpurukan itu, Taripah kerap mengandalkan kebaikan dari tetangga. Seperti bangunan rumah yang dulunya ludes, lambatlaun diperbaiki warga secara gotong-royong.

Tidak berhenti di situ, Tasripah juga harus menghidupi anggota keluarganya yang masih tinggal bersama dalam satu rumah. Yakni salah satu putranya Sapin (23) dan kakeknya Darsa (95). Sedangkan anak-anak lainnya telah hidup terpisah dengannya.

Taripah selama ini hanya bekerja sebagai buruh petik daun bawang serabutan.

"Kalau ada yang menyuruh, maka saya bekerja. Kalau tidak ada yang menyuruh,tidak kerja," katanya.

Sementara anaknya Sapin. Saat ini tidak punya pekerjaan. Setiap harinya, Sapin bekerja mencari kepiting di sungai setempat.

"Lumayan, setidaknya dalam satu hari Sapin bisa memperoleh kepiting empat ekor. Itu jadi lauk pauk kami," ungkapnya.

Ia amat berharap pemerintah setempat bisa membantunya meringankan beban yang melandanya.

"Semoga pemerintah bisa membantu saya agar kami bisa lebih baik," harap Taripah sambil mengunyah nasi aking.
(ysw)
Berita Terkait
Rakor Kemenko PMK Bahas...
Rakor Kemenko PMK Bahas Strategi Terbaru untuk Penghapusan Kemiskinan Ekstrem 2024
Menko PMK Beberkan Langkah...
Menko PMK Beberkan Langkah Strategis Penanganan Kemiskinan
DIY Provinsi Termiskin...
DIY Provinsi Termiskin di Jawa
Rapat Evaluasi Kemiskinan:...
Rapat Evaluasi Kemiskinan: Jumlah Penduduk Miskin Ekstrem Menyusut
Angka Kemiskinan Perkotaan...
Angka Kemiskinan Perkotaan Jabar Naik
Mendorong Perempuan...
Mendorong Perempuan Desa Keluar dari Miskin Ekstrem
Berita Terkini
Ada Konser hingga Lomba,...
Ada Konser hingga Lomba, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan GBK
19 menit yang lalu
Kaesang Nobar Timnas...
Kaesang Nobar Timnas Indonesia Bareng Gubernur Sumsel
23 menit yang lalu
Menekraf Dukung Festival...
Menekraf Dukung Festival Burger Dunia, Perkuat Ekosistem Kuliner Nasional
3 jam yang lalu
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 1.500 Meter
4 jam yang lalu
El Nino Bawa Kemarau...
El Nino Bawa Kemarau Lebih Kering, Puncaknya Agustus-September 2026
4 jam yang lalu
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
5 jam yang lalu
Infografis
Konsumsi Gula Harian...
Konsumsi Gula Harian Jangan Lebih dari 6 Sendok Teh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved