Pengamat hukum minta bandar narkotika ditembak mati

Selasa, 05 Februari 2013 - 22:41 WIB
Pengamat hukum minta...
Pengamat hukum minta bandar narkotika ditembak mati
A A A
Sindonews.com - Berbeda dengan pengedar narkotik, pengamat hukum justru menegaskan agar pengedar narkotik ditembak mati. Karena mereka yang merusak generasi bangsa saat ini. Kejahatan narkotika adalah kejahatan internasional. Sehingga hukuman bagi pengedarnya haruslah maksimal.

"Saya setuju dengan pendapat, pengedar harus ditembak mati. Bahkan di Singapura juga dilakukan hal yang sama. Tapi harus benar-benar terbukti bahwa dia adalah pengedar," kata Dosen Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Chudry sitompul saat seminar 'Hukuman Apakah Yang Tepat Bagi Seorang Pengguna Narkotika Ditinjau dari Sudut Pandang Akademis di Kampus UI Depok, Selasa (05/02/2013).

Dibeberkan Chudry, dalam satu komunitas tertentu menggunakan narkotik adalah sebagai 'kartu masuk'. Dicontohkan, dalam satu komunitas ada seorang yang tidak menggunakan maka dia akan diasingkan.

Sehingga menjadi 'kewajiban' bagi orang itu untuk menggunakan narkotik. Diceritakan dia, mulanya pengedar narkotik membuat komunitas dan membagikan barang-barang haram tersebut.

"Setelah itu (kecanduan), barulah mereka mulai cari (membeli) sendiri," ungkap Ketua Jurusan Praktek Hukum UI itu.

Untuk itu, dia menilai tidak adil jika pengguna dikenakan hukuman penjara juga. Pasalnya, itu sama saja dengan double punishment.

"Sudah direhabilitasi juga dipenjara. Ini dobel namanya," ujarnya.

Mengenai hukuman rehabilitasi, sambung dia, sudah diatur dalam undang-undang. Hanya pelaksanaannya saja yang diterapkan secara benar.

Diingatkan, dalam penerapannya haruslah diikuti dengan moral dari penegak hukum. Jangan sampai terjadi jual beli hukuman ini (rehab).

"Misalnya, berani berapa untuk putusan hukuman ini. Rehabilitasi itu hukuman juga, jadi jangan salah menilai bahwa rehabilitasi bukan sebagai hukuman," tegas Chudry.
(stb)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
1 jam yang lalu
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
2 jam yang lalu
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
2 jam yang lalu
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
3 jam yang lalu
Kolaborasi Kemanusiaan,...
Kolaborasi Kemanusiaan, Polda Riau Bantu 310 Warga Ikut Operasi Katarak Gratis
3 jam yang lalu
Perkuat Literasi Keuangan...
Perkuat Literasi Keuangan untuk Guru dan Tenaga Pendidik, MNC Sekuritas Gelar Edukasi Pasar Modal di SMAN 46 Jakarta
4 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved