Kader Demokrat siap pasang badan untuk Anas
Senin, 04 Februari 2013 - 11:09 WIB
Kader Demokrat siap pasang badan untuk Anas
A
A
A
Sindonews.com - Kader Partai Demokrat di daerah siap memasang 'badan' untuk membentengi posisi Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.
Jika Anas dipaksa melepas jabatanya, sejumlah kader di daerah akan menggalang kekuatan dan siap 'bertarung' melawan kebijakan para petinggi partai.
“Mohon maaf, kami di daerah siap berbenturan dengan para petinggi partai jika memang Mas Anas tetap dipaksa turun. Sebab apa yang dilakukan para petinggi tidak sesuai AD/ART partai,“ ujar Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Blitar Heru Sunariyanta kepada SINDO, Senin (4/2/2013).
Sebelumnya lima orang menteri dan sejumlah gubernur dari Partai Demokrat meminta Ketua Dewan Pembina Partai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk turun melakukan penyelamatan partai. Langkah politis tersebut menyusul adanya hasil lembaga survey SMRC yang menyatakan elektabilitas Partai Demokrat tinggal tersisa delapan persen jika pemilu digelar sekarang.
Selain kasus Angelina Sondakh, dan Nazaruddin, keterkaitan nama Anas Urbaningrum dengan kasus korupsi Hambalang disebut sebagai faktor utama terjun bebasnya suara pemilih demokrat. Bagi Heru, kasus korupsi yang dituduhkan kepada Anas belum terbukti secara hukum.
Hingga kini belum ada bukti Anas Urbaningrum terlibat dalam penyelewengan uang negara. Dan langkah para petinggi dengan dalih penyelamatan partai, ditegaskan Heru sebagai langkah inkonstitusional.
Sebab di dalam AD/ART (Partai Demokrat) tidak ada aturan mengenai itu. Apa yang ditawarkan petinggi Demokrat, dinilainya hanyalah upaya potong kompas yang murni bermuatan politis.
“Saya justru berani mengatakan para petinggi itu tidak tahu AD/ART. Tulis saja, para petinggi sepertinya tidak membaca AD/ART dengan baik. Dan yang kita lakukan ini dalam rangka menegakkan AD/ART partai, “ tegas Heru.
Heru yang pernah menjadi koordinator DPC Partai Demokrat di Jawa Timur untuk pemenangan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum, lebih jauh mengatakan, ada sejumlah politikus di internal Partai Demokrat yang ketakutan dengan keberadaan Anas.
Heru juga tidak tahu pasti apakah kelompok tersebut benar-benar kader Demokrat, atau orang luar yang sengaja disusupkan di dalam partai. Ketakutan mereka akan Anas Urbaningrum, terkait pesta demokrasi pemilihan presiden yang digelar pada 2014 mendatang.
“Justru orang-orang ini yang harus dibersihkan. Dan menurut saya, survei itu bukan jaminan. Sebab kenyataannya di tingkat grass root, Partai Demokrat hingga kini tetap dirindukan masyarakat,“ pungkasnya.
Jika Anas dipaksa melepas jabatanya, sejumlah kader di daerah akan menggalang kekuatan dan siap 'bertarung' melawan kebijakan para petinggi partai.
“Mohon maaf, kami di daerah siap berbenturan dengan para petinggi partai jika memang Mas Anas tetap dipaksa turun. Sebab apa yang dilakukan para petinggi tidak sesuai AD/ART partai,“ ujar Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Blitar Heru Sunariyanta kepada SINDO, Senin (4/2/2013).
Sebelumnya lima orang menteri dan sejumlah gubernur dari Partai Demokrat meminta Ketua Dewan Pembina Partai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk turun melakukan penyelamatan partai. Langkah politis tersebut menyusul adanya hasil lembaga survey SMRC yang menyatakan elektabilitas Partai Demokrat tinggal tersisa delapan persen jika pemilu digelar sekarang.
Selain kasus Angelina Sondakh, dan Nazaruddin, keterkaitan nama Anas Urbaningrum dengan kasus korupsi Hambalang disebut sebagai faktor utama terjun bebasnya suara pemilih demokrat. Bagi Heru, kasus korupsi yang dituduhkan kepada Anas belum terbukti secara hukum.
Hingga kini belum ada bukti Anas Urbaningrum terlibat dalam penyelewengan uang negara. Dan langkah para petinggi dengan dalih penyelamatan partai, ditegaskan Heru sebagai langkah inkonstitusional.
Sebab di dalam AD/ART (Partai Demokrat) tidak ada aturan mengenai itu. Apa yang ditawarkan petinggi Demokrat, dinilainya hanyalah upaya potong kompas yang murni bermuatan politis.
“Saya justru berani mengatakan para petinggi itu tidak tahu AD/ART. Tulis saja, para petinggi sepertinya tidak membaca AD/ART dengan baik. Dan yang kita lakukan ini dalam rangka menegakkan AD/ART partai, “ tegas Heru.
Heru yang pernah menjadi koordinator DPC Partai Demokrat di Jawa Timur untuk pemenangan Anas Urbaningrum sebagai Ketua Umum, lebih jauh mengatakan, ada sejumlah politikus di internal Partai Demokrat yang ketakutan dengan keberadaan Anas.
Heru juga tidak tahu pasti apakah kelompok tersebut benar-benar kader Demokrat, atau orang luar yang sengaja disusupkan di dalam partai. Ketakutan mereka akan Anas Urbaningrum, terkait pesta demokrasi pemilihan presiden yang digelar pada 2014 mendatang.
“Justru orang-orang ini yang harus dibersihkan. Dan menurut saya, survei itu bukan jaminan. Sebab kenyataannya di tingkat grass root, Partai Demokrat hingga kini tetap dirindukan masyarakat,“ pungkasnya.
(rsa)