Hujan es dan puting beliung 'sapu' Malang

Senin, 28 Januari 2013 - 17:53 WIB
Hujan es dan puting...
Hujan es dan puting beliung 'sapu' Malang
A A A
Sindonews.com - Hujan lebat berbentuk butiran es yang disertai angin puting beliung menyapu kawasan Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang. Akibatnya puluhan pohon di tepi jalan tumbang.

Atap rumah warga berantakan. Kemudian kandang ayam milik Tedja Sindarta, di RT 07/ RW 05, Desa Ngijo, luluh lantak diterjang angin kencang dan hujan es itu.

Diperkirakan ada 10.000 ayam pedaging yang dipelihara Tedja mati tertimpa bangunan kandang ayam yang roboh. Atas kejadian itu, Tedja diperkirakan mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Sebab bangunan pagar kandang ayamnya juga ikut roboh.

Ayam pedaging yang dipelihara Tedja sudah berusia 34 hari dan sudah siap dijual. Dan diperkirakan jumlah ayam yang dipelihara di kandangnya mencapai 90.000 ekor.

"Kejadiannya sekira pukul 14.08 WIB. Tiba-tiba suasananya menjadi gelap. Hujannya sangat lebat, air hujan berbentuk es. Saat hujan lebat tiba-tiba muncul angin bertiup sangat kencang sekali. Kejadiannya hanya berlangsung 15 menit. Tapi membawa dampak luar biasa," ujar Ketua RT 07, Riaman, Senin (28/1/2013).

Senada diutarakan Muhammad Miskom, Kepala Dusun Krajan, Desa Ngijo. Katanya ada dua kandang ayam yang roboh diterjang angin puting beliung. Yaitu milik Tedja Sidharta dan Supandi. Lantas dinding rumah warga Desa Ngijo yang roboh milik Permono, warga RT 01, RW 07.

"Hampir setiap musim penghujan. Wilayah desa kami selalu diterjang angin puting beliung. Tahun kemarin, perkampungan di perumahaan Griya Permata Alam menjadi sasarannya," terang Miskom.

Menurut dia, meski menjadi langganan daerah yang diserang angin puting beliung. Tidak sampai jatuh korban jiwa.

"Kalau di total kerugian akibat angin puting beliung bisa ratusan juta rupiah. Yang penting tidak sampai jatuh korban jiwa manusia," tandasnya.

Di wilayah Kota Batu, akibat hujan lebat yang disertai angin. Pondasi rumah bagian dapur, milik Mistin, warga RW 9, Kelurahaan Temas, digerus air sungai. Akibatnya, dapur rumah Mistin roboh. Untuk mengatasi hal itu. Sementara ini telah dipasang bronjong dari bambu.

"Kita sudah melakukan kordinasi dengan Dinas Pengairan dan Bina Marga, Kota Batu. Solusinya harus dibangun plengsengan. Agar saat hujan turun, airnya tidak meluap sampai pondasi rumah Mistin lagi," pungkas Camat Batu, Hari Santoso.
(rsa)
Berita Terkait
Dampak Angin Kencang...
Dampak Angin Kencang di Depok
Puluhan Rumah Warga...
Puluhan Rumah Warga Gowa Rusak Diterjang Angin Kencang
212 Rumah Rusak Akibat...
212 Rumah Rusak Akibat Angin Kencang di Kendari
Angin Kencang Rusak...
Angin Kencang Rusak Atap Rumah Warga di Aceh
Baru Selesai Dibangun,...
Baru Selesai Dibangun, Atap Bangunan Pasar Ambruk Akibat Angin Kencang
Bencana Angin Kencang...
Bencana Angin Kencang di Madiun, Pohon dan Tiang Listrik Tumbang
Berita Terkini
APDSI dan PPPK Aksi...
APDSI dan PPPK Aksi Damai, Tuntut Pemenuhan Hak serta Gaji ke-13
31 menit yang lalu
Ketahanan Pangan Nasional,...
Ketahanan Pangan Nasional, Nestl Salurkan 90 Sapi Perah Impor di Jatim
49 menit yang lalu
PASTI Indonesia Desak...
PASTI Indonesia Desak Polda Kalteng Hentikan Kasus Babe Aldo dan Ditangani Bareskrim
1 jam yang lalu
Diskominfo Tangsel Bagikan...
Diskominfo Tangsel Bagikan Transformasi Digital Pelayanan Publik ke BPSDMD Jateng
7 jam yang lalu
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
7 jam yang lalu
Pemkot Tangsel-Kemensos...
Pemkot Tangsel-Kemensos Gelar Bakti Sosial Terintegrasi, Warga Rasakan Manfaat Beragam Layanan
8 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved