Berantas DBD, Kulonprogo siapkan 625 Kg abate
Senin, 28 Januari 2013 - 16:24 WIB
Berantas DBD, Kulonprogo siapkan 625 Kg abate
A
A
A
Sindonews.com - Untuk memberantas jentik nyamuk aides aegypti penyebab demam berdarah (DBD), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo menyiapkan 625 kilogram bubuk abate.
Pemkab Kulonprogo pantas khawatir, karena memasuki tahun 2013 ini saja tercatat lima orang terkena DBD, atau bertambah dua pasien.
“Kami siapkan 625 kilogram serbuk abate, sebab pasien DBD ternyata bertambah lagi dua orang. Sekarang jumlahnya menjadi lima pasien,” kata Petugas Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang(P2B2) Dinas Kesehatan Kulonprogo, Habib Abu Bakar, Senin (28/1/2013).
Dia mengatakan, tambahan dua pasien DBD berasal dari Desa Kulur, Temon dan Depok, Panjatan. Kasus sebelumnya ditemukan di Gadingan, Kelurahan Wates serta di Desa Tirtorahayu, Galur. Data Dinas Kesehatan menunjukkan, kecenderungan peningkatan DBD terjadi sejak Oktober 2012 lalu.
“Selama Oktober-Desember masing-masing tercatat ada lima kasus DBD. Kasus sempat turun pada November, hanya satu kasus. Memang biasanya memasuki musim penghujan, angka penderita demam berdarah meningkat nanti turun lagi di musim kemarau,” katanya.
Menurutnya, setengah ton lebih bubuk abate itu akan didistribusikan ke seluruh kecamatan. Namun daerah endemis seperti Wates, Nanggulan, Sentolo, Kalibawang, Pengasih dan Temon menjadi prioritas.
Selain itu, Dinkes juga akan menambah frekuensi penyemprotan sarag nyamuk (fogging) di daerah asal pasien penderita. Hanya saja fogging baru dapat dilakukan jika ditemukan kasus yang sama pada warga warga lain di lingkungan pasien.
Rencananya Selasa (29/1/2013) besok ini petugas akan melakukan penyemprotan di Gadingan Wates dan di Tirtorahayu untuk kedua kalinya. Berdasarkan hasil survei, di kedua wilayah tersbut ditemukan banyak jentik nyamuk aides.
Pemkab Kulonprogo pantas khawatir, karena memasuki tahun 2013 ini saja tercatat lima orang terkena DBD, atau bertambah dua pasien.
“Kami siapkan 625 kilogram serbuk abate, sebab pasien DBD ternyata bertambah lagi dua orang. Sekarang jumlahnya menjadi lima pasien,” kata Petugas Pemberantasan Penyakit Bersumber Binatang(P2B2) Dinas Kesehatan Kulonprogo, Habib Abu Bakar, Senin (28/1/2013).
Dia mengatakan, tambahan dua pasien DBD berasal dari Desa Kulur, Temon dan Depok, Panjatan. Kasus sebelumnya ditemukan di Gadingan, Kelurahan Wates serta di Desa Tirtorahayu, Galur. Data Dinas Kesehatan menunjukkan, kecenderungan peningkatan DBD terjadi sejak Oktober 2012 lalu.
“Selama Oktober-Desember masing-masing tercatat ada lima kasus DBD. Kasus sempat turun pada November, hanya satu kasus. Memang biasanya memasuki musim penghujan, angka penderita demam berdarah meningkat nanti turun lagi di musim kemarau,” katanya.
Menurutnya, setengah ton lebih bubuk abate itu akan didistribusikan ke seluruh kecamatan. Namun daerah endemis seperti Wates, Nanggulan, Sentolo, Kalibawang, Pengasih dan Temon menjadi prioritas.
Selain itu, Dinkes juga akan menambah frekuensi penyemprotan sarag nyamuk (fogging) di daerah asal pasien penderita. Hanya saja fogging baru dapat dilakukan jika ditemukan kasus yang sama pada warga warga lain di lingkungan pasien.
Rencananya Selasa (29/1/2013) besok ini petugas akan melakukan penyemprotan di Gadingan Wates dan di Tirtorahayu untuk kedua kalinya. Berdasarkan hasil survei, di kedua wilayah tersbut ditemukan banyak jentik nyamuk aides.
(ysw)