Potasium & buku jihat, polisi masih mengidentifikasi pelaku
Sabtu, 26 Januari 2013 - 19:08 WIB
Potasium & buku jihat, polisi masih mengidentifikasi pelaku
A
A
A
Sindonews.com - Ditemukannya sejumlah barang bukti berupa 3 kantong yang diduga potasium dan alumunium floid, saat ditangkap di Narogong, Cileungsih, Bogor milik Fadlun Haryanto (29) pelaku penculikan, sampai saat ini belum dihubungkan dengan indikasi teroris atau terlibat dalam salah satu jaringan teroris.
Hal ini diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, melalui pesan singkatnya pada Sindonews.
"hubungan pelaku dengan teroris masih didalami, saat ini masih køordinasi dengan Densus 88," ujar Rikwanto, Sabtu (26/1/2013).
Sementara menurut Irjen Putut Eko Bayuseno dalam rilis penangkapan pelaku penculikan Nana, saat gelaran barang bukti oleh polisi terdapat juga beberapa buku jihad, dan data tentang cara sederhana membuat bom.
"Di laptop pelaku, kami menemukan juga tata cara membuat bom secara sederhana," kata Putut.
Ia juga mengatakan, adanya temuan bahan kimia yang diduga potasium dan biasa digunakan sebagai pembuat bom. Tak hanya itu, penyidik juga menemukan buku-buku bertemakan jihat dari tangan pelaku.
"Karena ditemukannya bahan kimia, tata cara pembuatan bom sederhana dan buku jihat, kami akan memeriksa tersangka secara intensif," tegas Putut
Saat ini pihak kepolisian belum dapat memberi kesimpulan terkait adanya hubungan pelaku, dengan salah satu jaringan teroris, tetapi polisi akan terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini.
Hal ini diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto, melalui pesan singkatnya pada Sindonews.
"hubungan pelaku dengan teroris masih didalami, saat ini masih køordinasi dengan Densus 88," ujar Rikwanto, Sabtu (26/1/2013).
Sementara menurut Irjen Putut Eko Bayuseno dalam rilis penangkapan pelaku penculikan Nana, saat gelaran barang bukti oleh polisi terdapat juga beberapa buku jihad, dan data tentang cara sederhana membuat bom.
"Di laptop pelaku, kami menemukan juga tata cara membuat bom secara sederhana," kata Putut.
Ia juga mengatakan, adanya temuan bahan kimia yang diduga potasium dan biasa digunakan sebagai pembuat bom. Tak hanya itu, penyidik juga menemukan buku-buku bertemakan jihat dari tangan pelaku.
"Karena ditemukannya bahan kimia, tata cara pembuatan bom sederhana dan buku jihat, kami akan memeriksa tersangka secara intensif," tegas Putut
Saat ini pihak kepolisian belum dapat memberi kesimpulan terkait adanya hubungan pelaku, dengan salah satu jaringan teroris, tetapi polisi akan terus melakukan pendalaman terhadap kasus ini.
(stb)