Pendidikan pertanian belum fokus

Kamis, 17 Januari 2013 - 00:57 WIB
Pendidikan pertanian...
Pendidikan pertanian belum fokus
A A A
Sindonews.com - Julukan Indonesia sebagai negara agraris bukanlah jaminan untuk mencukupi kebutuhan pangan. Bahkan pada bidang komoditi pangan pokok, Indonesia masih harus impor dari negara lain.

Rektor Institut Pertanian (Instiper) Yogyakarta Dr Purwadi Ms menilai persoalan pangan yang masih menjadi kendala di Indonesia, disebabkan sistem pendidikan yang belum memunculkan pembangunan di sektor pertanian dan perkebunan. Meskipun pada kenyataannya terdapat sejumlah perguruan tinggi yang memiliki fakultas di bidang pertanian.

”Saya khawatir mereka yang kuliah di perguruan tinggi negeri masih berpikiran pada orientasi pangan, karena kompentensinya masih mengekor pada program pemerintah,” jelas Purwadi, di Instiper, Rabu 16 Januari 2013.

Menurut Purwadi, fakultas pertanian yang ada saat ini masih belum fokus pada satu kompetensi tertentu. Karena pendidikan pertanian yang diajarkan masih bersifat umum. Seharusnya, pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berani mendorong fakultas pertanian di daerah, untuk fokus dalam pengelolaan potensi daerah.

"Seperti contohnya, bila Sumatera kaya akan karet, kopi dan tebu seharusnya di perguran tinggi di sana fokus pada pengembangan produk lokal daerah. Atau yang di Sulawesi belajar soal kakao,” ujarnya.

Menurut Purwadi, seandainya Indonesia berani melakukan reposisi tersebut maka hasil sumber daya alam luar biasa tersebut tidak akan terkejar oleh negara lain. Dengan kondisi sumber daya alam yang ada sekarang, pria asal Magetan ini yakin, Indonesia mampu mengendalikan bahan pangan berbasis pertanian yang ada di dunia.

”Seharusnya Indonesia bisa mengendalikan bila faktor-faktor produksinya dikelola dengan baik. Indonesia kan salah satu negara penghasil kelapa sawit dan kakau terbesar di Indonesia,” jelasnya.

Diungkapkan Purwadi, dahulu Vietnam banyak belajar tentang pertanian kopi dari Indonesia. Sekarang, justru produksi vietnam di atas Indonesia. Ini karena Vietnam cukup fokus meningkatkan produksi kopi yang di dukung hasil riset dari perguruan tinggi.

Di Instiper sendiri, Purwadi menerangkan, sudah melakukan pengembangan pendidikan berdasarkan kompetensi tertentu, yakni perkebunan kelapa sawit. Prodi-prodi yang diselenggarakan pun berkaitan dengan kelapa sawit.

”Daya serap lulusan sangat cepat. Ini dibuktikan setelah ujian akhir banyak mahasiswa Instiper yang sudah bekerja di industri-industri kelapa sawit,” terangnya.

Karenanya, Purwadi mendorong kepada perguruan tinggi lain untuk menyelesaikan persoalan pertanian bersama-sama.

”Kami tidak merasa takut tersaingi. Di bidang perkebunan sawit saja kami menguasai,” ujarnya.
(rsa)
Berita Terkait
Pengembangan Korporasi...
Pengembangan Korporasi Kedelai di Grobogan Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Nilai Petani Turun 1,73%,...
Nilai Petani Turun 1,73%, SPI Minta Pemerintah Perluas Subsidi
Mulai Sekarang, Jangan...
Mulai Sekarang, Jangan Coba-Coba dengan Pupuk Bersubsidi
Pendapatan Petani di...
Pendapatan Petani di Jepang dengan Petani di Indonesia, Antara Bumi dan Langit
Gelar Pengabdian Masyarakat,...
Gelar Pengabdian Masyarakat, UAI Berhasil Tingkatkan Produktivitas Petani Cibereum
Sektor Pangan Jadi Andalan...
Sektor Pangan Jadi Andalan Menjaga Stabilitas Ekonomi Sosial
Berita Terkini
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
4 jam yang lalu
Pemprov Jatim Dukung...
Pemprov Jatim Dukung BYD Tech-Culture Fest 2026
4 jam yang lalu
Gen Z Berekspresi, 510...
Gen Z Berekspresi, 510 STUDIOS Bawa Tren Self-Photo ke Lampung Selatan
5 jam yang lalu
Penampakan Lamborghini...
Penampakan Lamborghini hingga Aset Mewah Tersangka Aseng yang Disita Kejagung
6 jam yang lalu
Pesawat AMA Dibakar...
Pesawat AMA Dibakar di Yahukimo, Kemenko Polkam Dorong Tindakan Tegas
7 jam yang lalu
HKTI Papua Dukung Agenda...
HKTI Papua Dukung Agenda Ketahanan Pangan Nasional dari Biak
8 jam yang lalu
Infografis
Pendidikan Dirgayuza...
Pendidikan Dirgayuza Setiawan, Lulusan Oxford yang Jadi Asisten Khusus Prabowo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved