Empat Poktan serius garap lahan revbun

Selasa, 15 Januari 2013 - 18:37 WIB
Empat Poktan serius...
Empat Poktan serius garap lahan revbun
A A A
Sindonews.com - Sekira empat kelompok tani (Poktan) menggarap lahan revitalisasi perkebunan (Revbun) Desa Lubuk Pauh Kecamatan BTS Ulu. Sebelumnya lahan tersebut dinyatakan fiktif dan tidak berfungsi maksimal.

Mengenai tudingan lahan fiktif, Ketua Teknis Revbun Desa Lubuk Pauh, Riduan mengatakan, tidak ada lahan revbun yang fiktif.

"Tidak ada lahan revbun yang fiktif," kata Riduan saat mempelihatkan perkebunan karet dan kelapa sawit program Revbun, Selasa (15/1/2013).

Menurut Riduan, dirinya sangat miris jika dikatakan program revbun yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dan petani dikatakan tidak berjalan. Karena dari target lahan 250 hektar yang sudah dikelola petani seluas 180 hektar.

Ini terlihat dari pohon karet yanh ditanam sekarang berumur lima tahun dan dikelola sebanyak empat kelompok dengan jumlah satu kelompoknya sebanyak 20 orang dengan total seluruh petani hampir 100 orang.

Bahkan program revbun sendiri diberikan kepada perseorangan yang berhubungan langsung dengan pihak ketiga yakni perbankan. Sehingga tanggung jawabnya kembali kepada petani sendiri.

"Jadi indikasi revbun tidak berjalan dan tidak bermanfaat sangat tidak benar. Apalagi saat berjalan tanaman yang mati langsung diganti mengingat tanggung jawab yang dimilikinya," tegas dia.

Selain itu, di lokasi juga petani melakukan tumpang sari pertanian untuk menambah penghasilan yang ada. Karena di areal revbun terdapat 14 pondok yang terdiri dari masyarakat sekitar bersama kelompok tani mengelola areal revbun itu.

Sementara itu, Ketua Kelompok Kupuk Tani program revbun, Ansori mengatakan, revbun yang dilakukan sangat bermanfaat bagi masyarakat, apalagi petani yang terlibat tetapi masyarakat sekitar ikut mengelola lahan tersebut.

Hal serupa dikatakan Suar, petani revbun. Ia mengaku, hasil program revbun sudah bisa menyekolahkan anak. Dengan revbun penanaman karet dan kelapa sawit yang jadi tertata dan terencana.

Sedangkan Kepala Dinas Perkebunan, Ramdani Lubis mengatakan, areal yang digunakan merupakan hutan dan itu kewenangan dari pihak BPN dan DPRD Mura. Sebab Disbun hanya sebagai pemberi penyuluhan kepada petani terkait program revbun yang ada.

Pantauan dilapangan lahan revbun petani tersebut sangat jauh dan harus ditempuh selama empat jam. Lokasi jalan yang dilalui sangat parah karena jalan masih berupa tanah merah berlumpur.
(ysw)
Berita Terkait
Lewat Kompetensi Praktik...
Lewat Kompetensi Praktik Lapangan, Praja Diharapkan Paham Pemerintahan Daerah
Sinergi Pemerintah Pusat...
Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah, BSKDN Kemendagri Tekankan Kolaborasi
Pulihkan Ekonomi, Daerah...
Pulihkan Ekonomi, Daerah Utang Rp12,24 Triliun ke Pusat
BSKDN Kemendagri: Konsep...
BSKDN Kemendagri: Konsep ITKPD Upaya Wujudkan Tujuan Otonomi Daerah
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
Majukan Suatu Daerah...
Majukan Suatu Daerah Perlu Merangkul Semua Elemen Termasuk Seniman
Berita Terkini
Perjalanan KRL Tanah...
Perjalanan KRL Tanah Abang-Duri Terlambat Imbas Kebakaran di Sekitar Rel
1 jam yang lalu
Bripka Dedy Wiratama...
Bripka Dedy Wiratama yang Bekingi Kampung Narkoba Samarinda Dipecat
7 jam yang lalu
GBK Diprediksi Dipadati...
GBK Diprediksi Dipadati Puluhan Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin
8 jam yang lalu
Soal Aturan Baru Kemenkes,...
Soal Aturan Baru Kemenkes, Bupati Bondowoso Komitmen Lindungi Petani Tembakau
8 jam yang lalu
Mengukur Kunci Sukses...
Mengukur Kunci Sukses Daerah, RGSS Resmi Hadir
8 jam yang lalu
Lampung Kukuhkan Diri...
Lampung Kukuhkan Diri sebagai Sentra Semangka Nasional
8 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan STY Dipecat...
3 Alasan STY Dipecat Jika Timnas Gagal ke Babak Empat Kualifikasi Piala Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved