Gelombang tinggi, rute wisata Pulau Biawak di tutup

Senin, 14 Januari 2013 - 06:43 WIB
Gelombang tinggi, rute...
Gelombang tinggi, rute wisata Pulau Biawak di tutup
A A A
Sindonews.com - Gelombang tinggi yang terjadi di Perairan Indramayu dan Laut Jawa belakangan ini, membuat Kantor Pelabuhan Kabupaten Indramayu tidak hanya mengeluarkan surat himbauan kepada nelayan tradisional yang akan melaut.

Kantor Pelabuhan baru-baru ini, mengeluarkan larangan rute wisatawan yang berkunjung ke gugusan Pulau Rakit, atau yang lebih dikenal dengan Pulau Biawak. Pelarangan wisata laut ini dilakukan, karena gelombang di kawasan itu mencapai lebih tiga meter.

Pelarangan sementara ini berlaku hingga kondisi cuaca di perairan Laut Jawa kembali normal. Komandan Kesatuan Laut dan Pantai (KPLP) Kantor Pelabuhan Kabupaten Indramayu Koko Sudeswara mengatakan, saat ini kondisi gelombang di sekitar pulau tersebut cukup tinggi.

Hal itu menurutnya, sangat membahayakan wisawatan yang akan berkunjung ke gugusan Pulau Rakit untuk melihat koloni biawak berkembang biak, serta wisata laut lainnya.

Kepulauan Rakit tersebut merupakan kawasan pulau, yang kerap dikunjungi wisatawan untuk kegiatan surfing serta wisata laut lainnya.

Peringatan ini, disambut positif pemilik kapal wisata yang biasa mengantar pengunjung ke Pulau Biawak. Para pemilik kapal memilih menambatkan kapalnya hingga ada pengumuman lebih lanjut tentang kondisi cuaca.

"Kantor Pelabuhan Indramayu telah memberitahu kepada seluruh pemilik kapal lewat surat edaran tentang pelarangan ini," katanya Minggu (13/1/2013).

Ia menambahkan, larangan tersebut belum dipastikan akan dicabut dalam waktu dekat ini. Pasalnya, gelombang tinggi sesuai dengan perkiraan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) masih akan berlangsung hingga Februari mendatang.

"Ada sejumlah keberangkatan wisata ke pulau biawak yang terpaksa dibatalkan karena cuaca buruk di laut lepas," katanya.

Apalagi baru-baru ada sejumlah kapal nelayan, yang tenggelam akibat dihantam gelombang tinggi di gugusan pulau cendikian yang lokasi berdekatan dengan pulau biawak. Saat ini sejumlah kapal nelayan yang tengah berlayar, banyak yang menepi di sejumlah pulau untuk menghindari gelombang tinggi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
(stb)
Berita Terkait
Jadi Momok Wisatawan,...
Jadi Momok Wisatawan, Aturan Karantina Pariwisata Dihapus?
World Tourism Day 2020...
World Tourism Day 2020 Jadi Momentum Pengembangan Pariwisata di Pedesaan
Dongkrak Pariwisata,...
Dongkrak Pariwisata, Jabar Kembangkan 76 Objek Wisata Baru Berbasis Alam
Kehadiran Wahana Terbesar...
Kehadiran Wahana Terbesar Bakal Bangkitkan Pariwisata Bali
Dorong Pariwisata Indonesia...
Dorong Pariwisata Indonesia Makin Mendunia Lewat Konten YouTube
Industri Pariwisata...
Industri Pariwisata Bali Siap Jalani New Normal Pariwisata
Berita Terkini
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
41 menit yang lalu
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
52 menit yang lalu
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
53 menit yang lalu
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
2 jam yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
3 jam yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
4 jam yang lalu
Infografis
26 Perwira Dimutasi...
26 Perwira Dimutasi Jadi Kapolres di Pulau Jawa pada Mutasi Juni 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved