Aher : pelebaran jalur Puncak tidak memungkinkan
Minggu, 30 Desember 2012 - 16:13 WIB
Aher : pelebaran jalur Puncak tidak memungkinkan
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ahmad Heryawan (Aher) mengaku sulit, mengatasi kemacetan di jalur Puncak yang sering terjadi saat akhir pekan dan libur panjang.
"Kalau mau dilebarkan tidak memungkinkan, selain karena besarnya anggaran yang harus dikeluarkan, juga akan berbenturan dengan masyarakat yang tinggal di sepanjang tepi jalan Raya Puncak," kata Aher saat meninjau kemacetan di jalur Puncak, tepatnya simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Minggu (30/12/2012) sore.
Gubernur mengatakan, solusi permasalahan kemacetan di jalur Puncak yang ada saat ini, hanyalah pada pengaturan lalu lintas saja.
"Di jalur saat ini, kita hanya menyerahkan pada instansi terkait dalam hal ini pihak kepolisian, untuk menerapkan sistem one way (buka tutup jalur) yang memang dianggap sudah efektif dalam mengurai kemacetan," ujarnya.
Saat meninjau kondisi arus lalu lintas di jalur Puncak, Aher sempat berdialog dengan sejumlah pengendara roda dua dan empat yang terjebak kemacetan, di titik penutupan jalur Puncak atau sekitar 100 meter dari Pos Polisi II Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor.
"Iya pak saya sama keluarga mau berlibur. Coba tolong dong pak carikan solusinya, biar tidak lama-lama terjebak kemacetan dengan adanya sistem one way," ujar Rusdi (39) warga Kalibata, Jakarta saat berdialog dengan Aher yang kebetulan sedang mengecek kondisi mesin ditengah kemacetan.
"Kalau mau dilebarkan tidak memungkinkan, selain karena besarnya anggaran yang harus dikeluarkan, juga akan berbenturan dengan masyarakat yang tinggal di sepanjang tepi jalan Raya Puncak," kata Aher saat meninjau kemacetan di jalur Puncak, tepatnya simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Minggu (30/12/2012) sore.
Gubernur mengatakan, solusi permasalahan kemacetan di jalur Puncak yang ada saat ini, hanyalah pada pengaturan lalu lintas saja.
"Di jalur saat ini, kita hanya menyerahkan pada instansi terkait dalam hal ini pihak kepolisian, untuk menerapkan sistem one way (buka tutup jalur) yang memang dianggap sudah efektif dalam mengurai kemacetan," ujarnya.
Saat meninjau kondisi arus lalu lintas di jalur Puncak, Aher sempat berdialog dengan sejumlah pengendara roda dua dan empat yang terjebak kemacetan, di titik penutupan jalur Puncak atau sekitar 100 meter dari Pos Polisi II Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor.
"Iya pak saya sama keluarga mau berlibur. Coba tolong dong pak carikan solusinya, biar tidak lama-lama terjebak kemacetan dengan adanya sistem one way," ujar Rusdi (39) warga Kalibata, Jakarta saat berdialog dengan Aher yang kebetulan sedang mengecek kondisi mesin ditengah kemacetan.
(stb)