Kembang api bisa picu kebakaran
Minggu, 30 Desember 2012 - 01:01 WIB
Kembang api bisa picu kebakaran
A
A
A
Sindonews.com - Kalangan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, meminta perayaan tahun baru di sekitar Jalan Sudirman-Thamrin tidak menggunakan petasan dan kembang api untuk memeriahkan acara.
Hal penting untuk mengurangi resiko kebakaran yang dapat menimpa sejumlah gedung perkantoran, pusat bisnis dan aset pemerintah yang terdapat di sepanjang jalan tersebut.
"Ini mengingat besarnya resiko, karena di tempat itu banyak terdapat gedung perkantoran dan pusat bisnis, yang bisa saja terbakar," ujar anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali, Sabtu (29/12/2012).
Menurut Ashraf, jika masyarakat dan panitia tahun baru ingin meramaikan puncak perayaan dengan menyalakan kembang api, sebaiknya mencari lokasi yang lebih aman seperti halnya kawasan Taman Monas. "Sebaiknya dipindah ke Monas saja untuk mengurangi resiko," lanjut Ashraf.
Perayaan tahun baru memang tidak pernah lepas dari penggunaan petasan ataupun kembang api. Menurut data dari Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta pada tahun 2012 ini sudah terjadi 1.008 kali peristiwa kebakaran di mana sebanyak 663 kali diakibatkan oleh korsleting listrik sedangkan 88 kali dikarenakan kompor, 46 kali karena rokok sebanyak dan penyebab lain seperti anak main petasan, sampah, atau obat nyamuk.
Hal penting untuk mengurangi resiko kebakaran yang dapat menimpa sejumlah gedung perkantoran, pusat bisnis dan aset pemerintah yang terdapat di sepanjang jalan tersebut.
"Ini mengingat besarnya resiko, karena di tempat itu banyak terdapat gedung perkantoran dan pusat bisnis, yang bisa saja terbakar," ujar anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Ashraf Ali, Sabtu (29/12/2012).
Menurut Ashraf, jika masyarakat dan panitia tahun baru ingin meramaikan puncak perayaan dengan menyalakan kembang api, sebaiknya mencari lokasi yang lebih aman seperti halnya kawasan Taman Monas. "Sebaiknya dipindah ke Monas saja untuk mengurangi resiko," lanjut Ashraf.
Perayaan tahun baru memang tidak pernah lepas dari penggunaan petasan ataupun kembang api. Menurut data dari Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta pada tahun 2012 ini sudah terjadi 1.008 kali peristiwa kebakaran di mana sebanyak 663 kali diakibatkan oleh korsleting listrik sedangkan 88 kali dikarenakan kompor, 46 kali karena rokok sebanyak dan penyebab lain seperti anak main petasan, sampah, atau obat nyamuk.
(lns)