Di pengungsian, akan dibangun 129 bilik mesra
Jum'at, 28 Desember 2012 - 14:18 WIB
Di pengungsian, akan dibangun 129 bilik mesra
A
A
A
Sindonews.com - Tidak hanya urusan sandang dan pangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang ternyata juga memikirkan urusan biologis bagi pengungsi korban bencana alam. Tak lama lagi Pemkab Magelang akan membangun 129 bilik mesra.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Energi dan Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Kabupaten Magelang, Sutarno mengatakan, pihaknya merasa perlu membangun bilik mesra tersebut demi menjaga sisi psikologi dan keamanan para pengungsi selama terjadinya bencana.
Pengalaman menangani pengungsian, lanjut Sutarno, ternyata banyak pasangan yang nekat meninggalkan lokasi pengungsian untuk kembali ke rumah demi memenuhi kebutuhan biologis. Padahal, lokasi pemukiman warga belum dinyatakan aman dari bencana.
"Kami mendapat masukan dari bagian yang menangani bidang sosiologi dan psikologi pengungsi bahwa bilik seperti itu memang diperlukan," katanya, Jumat (28/12/2012).
Para pengungsi, lanjutnya, tidak perlu kembali ke rumah hanya untuk menunaikan kewajiban batiniahnya.
"Kalau pas di rumah terjadi bencana kan bahaya," kata Sutarno
Disampaikannya, ada 129 bilik mesra yang rencananya akan dibangun dengan kontruksi permanen dan tertutup di tiap barak-barak pengungsian. Diantaranya, yang tersebar di kecamatan Ngluwar, Salam, Srumbung, Dukun, dan Muntilan.
"Pada momen penanganan bencana terdahulu, gagasan seperti itu tidak terpikirkan. Namun ternyata setelah kami amati dan mendapat masukan, hal itu kami anggap perlu diadakan. Sementara ini masih bersifat rencana," paparnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Energi dan Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Kabupaten Magelang, Sutarno mengatakan, pihaknya merasa perlu membangun bilik mesra tersebut demi menjaga sisi psikologi dan keamanan para pengungsi selama terjadinya bencana.
Pengalaman menangani pengungsian, lanjut Sutarno, ternyata banyak pasangan yang nekat meninggalkan lokasi pengungsian untuk kembali ke rumah demi memenuhi kebutuhan biologis. Padahal, lokasi pemukiman warga belum dinyatakan aman dari bencana.
"Kami mendapat masukan dari bagian yang menangani bidang sosiologi dan psikologi pengungsi bahwa bilik seperti itu memang diperlukan," katanya, Jumat (28/12/2012).
Para pengungsi, lanjutnya, tidak perlu kembali ke rumah hanya untuk menunaikan kewajiban batiniahnya.
"Kalau pas di rumah terjadi bencana kan bahaya," kata Sutarno
Disampaikannya, ada 129 bilik mesra yang rencananya akan dibangun dengan kontruksi permanen dan tertutup di tiap barak-barak pengungsian. Diantaranya, yang tersebar di kecamatan Ngluwar, Salam, Srumbung, Dukun, dan Muntilan.
"Pada momen penanganan bencana terdahulu, gagasan seperti itu tidak terpikirkan. Namun ternyata setelah kami amati dan mendapat masukan, hal itu kami anggap perlu diadakan. Sementara ini masih bersifat rencana," paparnya.
(ysw)