Flu burung terus musnahkan puluhan ribu itik
Jum'at, 28 Desember 2012 - 10:23 WIB
Flu burung terus musnahkan puluhan ribu itik
A
A
A
Sindonews.com - Wabah flu burung masih terus mengancam populasi itik di wilayah Kabupaten Brebes. Sebelumnya jumlah itik mati hanya 51.915 ekor, kini hanya beberapa hari saja telah bertambah menjadi 61.151 ekor.
Bahkan, Dinas Peternakan Brebes memperkirakan jumlah itu masih bisa bertambah karena masih ada peternak itik yang belum melaporkan kematian itiknya.
Kepala Dinas Peternakan Brebes Nono Setyawan mengatakan, kantornya mendata jumlah kematian itik se-Brebes telah mencapai sekitar 61.151 ekor hingga akhir Desember kali ini. Jumlah itu terhitung sejak pertengahan November-Desember 2012.
"Kematian itik mengurangi populasi itik. Yang mana populasi itik di Brebes kurang lebih 560 ribu ekor," katanya Jumat (28/12/2012).
Diketahui, itik yang mati itu rata-rata berusia kurang dari empat bulan. Praktis dengan adanya kematian itik membuat peternak berbondong-bondong menjual sisa itik yang masih hidup karena untuk menghindari kematian susulan.
"Kematian itik mengakibatkan kerugian bagi peternak. Artinya, kondisi peternak itik Brebes amat memprihatinkan," katanya.
Dengan demikian, dengan adanya sosialisasi ini harapannya peternak itik bisa lebih baik dalam melakukan pencegahan kematian itik lainnya. Pemerintah setempat telah membantu peternak dengan memberikan cairan desinfektan, masker, dan sebagainya.
Hal itu sesuai dengan anjuran pemerintah pusat. Pihaknya juga melakukan isolasi ternak yang sakit dan mengawasi lalu lintas ternak.
"Untuk mengurangi kematian itik-itik yang masih sehat dan tidak menular ke manusia. Sejauh ini belum ada manusia yang tertular," katanya.
Bahkan, Dinas Peternakan Brebes memperkirakan jumlah itu masih bisa bertambah karena masih ada peternak itik yang belum melaporkan kematian itiknya.
Kepala Dinas Peternakan Brebes Nono Setyawan mengatakan, kantornya mendata jumlah kematian itik se-Brebes telah mencapai sekitar 61.151 ekor hingga akhir Desember kali ini. Jumlah itu terhitung sejak pertengahan November-Desember 2012.
"Kematian itik mengurangi populasi itik. Yang mana populasi itik di Brebes kurang lebih 560 ribu ekor," katanya Jumat (28/12/2012).
Diketahui, itik yang mati itu rata-rata berusia kurang dari empat bulan. Praktis dengan adanya kematian itik membuat peternak berbondong-bondong menjual sisa itik yang masih hidup karena untuk menghindari kematian susulan.
"Kematian itik mengakibatkan kerugian bagi peternak. Artinya, kondisi peternak itik Brebes amat memprihatinkan," katanya.
Dengan demikian, dengan adanya sosialisasi ini harapannya peternak itik bisa lebih baik dalam melakukan pencegahan kematian itik lainnya. Pemerintah setempat telah membantu peternak dengan memberikan cairan desinfektan, masker, dan sebagainya.
Hal itu sesuai dengan anjuran pemerintah pusat. Pihaknya juga melakukan isolasi ternak yang sakit dan mengawasi lalu lintas ternak.
"Untuk mengurangi kematian itik-itik yang masih sehat dan tidak menular ke manusia. Sejauh ini belum ada manusia yang tertular," katanya.
(ysw)