Abnon DKI pamerkan seragam Betawi untuk PNS
Kamis, 27 Desember 2012 - 10:47 WIB
Abnon DKI pamerkan seragam Betawi untuk PNS
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, nampaknya serius menjadikan pakaian adat Betawi, sebagai salah satu pakaian dinas pegawai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
"Seragam itu saya buatkan untuk contoh pakaian PNS karyawan DKI, yang akan dikenakan pada hari Kamis atau Jumat,” kata Perancang busana Betawi Emma Amalia Agusbisri di Balai Kota, Jakarta, Kamis (27/12/2012).
Ia mengaku, contoh pakaian adat Betawi yang dipamerkan oleh Abnon ini, pesanan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Dalam pesanannya, Gubernur meminta agar pakaian adat yang akan dijadikan pakaian dinas harus memiliki kreteria khusus.
“Pak Joko minta dibuatkan seragam dinas Betawi, yang gampang dipakai, yang tidak panas, ruang gerak gampang. Jadi itu contoh-contohnya," kata Emma Amalia sambil menunjukkan beberapa seragam lainnya kepada awak media yang bertugas di Balai Kota.
Ia menjelaskan, seragam Betawi yang dipamerkan, antara lain setelan baju koko untuk laki-laki, dan beberapa contoh setelan baju kebaya untuk wanita.
"Kita mengembangkan kebudayaan Betawi sambil kita berpartisipasi dalam budaya. Itu tindakan yang positif," tukas Emma.
Selain Jokowi, nampak pula Nachrowi Ramli (Nara) serta beberapa tokoh Betawi dari Badan Musyawarah (Bamus) Betawi yang datang untuk menghadiri rapat dengan Jokowi.
Sebelumnya diketahui, beberapa waktu lalu, Jokowi mewacanakan akan menjadikan baju tradisional Betawi sebagai seragam untuk PNS di lingkungan Pemprov DKI.
Selain itu, mantan Walikota Solo ini juga berencana untuk memasukkan unsur-unsur kebudayaan Betawi ke dalam bangunan milik Pemprov DKI ke depannya.
"Seragam itu saya buatkan untuk contoh pakaian PNS karyawan DKI, yang akan dikenakan pada hari Kamis atau Jumat,” kata Perancang busana Betawi Emma Amalia Agusbisri di Balai Kota, Jakarta, Kamis (27/12/2012).
Ia mengaku, contoh pakaian adat Betawi yang dipamerkan oleh Abnon ini, pesanan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Dalam pesanannya, Gubernur meminta agar pakaian adat yang akan dijadikan pakaian dinas harus memiliki kreteria khusus.
“Pak Joko minta dibuatkan seragam dinas Betawi, yang gampang dipakai, yang tidak panas, ruang gerak gampang. Jadi itu contoh-contohnya," kata Emma Amalia sambil menunjukkan beberapa seragam lainnya kepada awak media yang bertugas di Balai Kota.
Ia menjelaskan, seragam Betawi yang dipamerkan, antara lain setelan baju koko untuk laki-laki, dan beberapa contoh setelan baju kebaya untuk wanita.
"Kita mengembangkan kebudayaan Betawi sambil kita berpartisipasi dalam budaya. Itu tindakan yang positif," tukas Emma.
Selain Jokowi, nampak pula Nachrowi Ramli (Nara) serta beberapa tokoh Betawi dari Badan Musyawarah (Bamus) Betawi yang datang untuk menghadiri rapat dengan Jokowi.
Sebelumnya diketahui, beberapa waktu lalu, Jokowi mewacanakan akan menjadikan baju tradisional Betawi sebagai seragam untuk PNS di lingkungan Pemprov DKI.
Selain itu, mantan Walikota Solo ini juga berencana untuk memasukkan unsur-unsur kebudayaan Betawi ke dalam bangunan milik Pemprov DKI ke depannya.
(stb)