Purnawirawan TNI gantung diri
Rabu, 26 Desember 2012 - 02:03 WIB
Purnawirawan TNI gantung diri
A
A
A
Sindonews.com - Purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) Markaban (60), pria asal Nganjuk, Jawa Timur, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Dia diduga mengakhiri hidupnya, karena terbelit hutang.
Korban yang merupakan pensiunan TNI dengan pangkat terakhir serma itu, ditemukan tewas menggantung di teras belakang rumahnya, di Desa Talang, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jatim.
Korban pertama kali di ketahui tewas menggantung oleh Nyamiatun, tetangganya, yang hendak bertandang ke rumah korban lewat pintu belakang.
Mengetahui korban tewas menggantung, Nyamiatun langsung berteriak minta tolong hingga membuat istri korban dan warga sekitar berdatangan.
Polisi yang datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung menurunkan jasad korban dan mengevakuasinya ke dalam rumah. Berdasarkan, hasil pemeriksaan sementara, polisi memastikan korban rewas bunuh diri.
"Meski telah dipastikan korban tewas murni akibat gantung diri, polisi rencananya akan memanggil sejumlah saksi untuk di mintai keterangan terkait kasus ini," kata Kapolsek Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur, AKP Sudarman, di lokasi, Selasa (25/12/2012).
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan apa motif aksi nekat purnawirawan TNI AD tersebut hingga nekat melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri seperti itu.
Namun beredar kabar, korban nekat gantung diri karena depresi terbelit hutang setelah sebelumnya membiayani dua anaknya hingga yang satu orang menjadi Anggota TNI dan satu orang lagi menjadi bidan.
Saat ini, korban hanya tinggal berdua dengan istrinya di rumah sebab kedua anaknya tersebut sudah tinggal dan bertugas di luar kota.
Korban yang merupakan pensiunan TNI dengan pangkat terakhir serma itu, ditemukan tewas menggantung di teras belakang rumahnya, di Desa Talang, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jatim.
Korban pertama kali di ketahui tewas menggantung oleh Nyamiatun, tetangganya, yang hendak bertandang ke rumah korban lewat pintu belakang.
Mengetahui korban tewas menggantung, Nyamiatun langsung berteriak minta tolong hingga membuat istri korban dan warga sekitar berdatangan.
Polisi yang datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung menurunkan jasad korban dan mengevakuasinya ke dalam rumah. Berdasarkan, hasil pemeriksaan sementara, polisi memastikan korban rewas bunuh diri.
"Meski telah dipastikan korban tewas murni akibat gantung diri, polisi rencananya akan memanggil sejumlah saksi untuk di mintai keterangan terkait kasus ini," kata Kapolsek Rejoso, Nganjuk, Jawa Timur, AKP Sudarman, di lokasi, Selasa (25/12/2012).
Meski demikian, polisi belum dapat memastikan apa motif aksi nekat purnawirawan TNI AD tersebut hingga nekat melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri seperti itu.
Namun beredar kabar, korban nekat gantung diri karena depresi terbelit hutang setelah sebelumnya membiayani dua anaknya hingga yang satu orang menjadi Anggota TNI dan satu orang lagi menjadi bidan.
Saat ini, korban hanya tinggal berdua dengan istrinya di rumah sebab kedua anaknya tersebut sudah tinggal dan bertugas di luar kota.
(mhd)