KNKT umumkan hasil investigasi radar Soekarno-Hatta
Selasa, 25 Desember 2012 - 13:38 WIB
KNKT umumkan hasil investigasi radar Soekarno-Hatta
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) melansir hasil investigasi terkait peristiwa matinya radar di Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu.
Menurut Ketua KNKT Tatang Kurniadi, kabar yang menyebutkan radar mati tidaklah benar.Dia menerangkan yang terjadi sebenarnya, panel kapasitornya yang terbakar. Bukan radarnya yang rusak.
"Jadi panel kapasitor, bukan radarnya yang rusak," ujar Tatang di Gedung Angkasa Pura II, Selasa (25/12/2012).
Dia menjelaskan, adapun kerusakan terjadi padakomponen kapasitor UPS 1,karena terbakar. Kapasitor tersebut berfungsi untuk mengalihkan listrik secara otomatis ke UPS 2.
“Karena kapasitor terbakar, listrik tidak bisa dialihkan dari UPS 1 ke UPS 2. Hal ini mengakibatkan ATS tidak dapat menampilkan data penerbangan yang berupa target pesawat maupun informasiflight plan,” katanya.
Matinya aliran listrik ke ATS berlangsung selama 15 menit mulai pukul 15.55 - 17.10 WIB.Hal ini diatasi dengan pemindahan listrik secara manual dari UPS 1 ke UPS 2 hingga supplylistrik kembali normal.
“Pemindahan listrik dilakukan teknisi langsung sesuai SOP. Tetapimaksud lisrik di sini, bukan pasokan dari PLN ya, tetapi karena ada masalah di panel kapasitornya. Kalau dari PLN normal saat peristiwa itu,” ujar Tatang.
Tatang menambahkan, selama ATC tidak berfungsi, pemanduan terhadap pilot dilakukan secara manual menggunakan prosedur non radar, dengan cara menunda seluruh penerbangan yang akan berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta dan mendahulukan pesawat yang akan mendarat.
“Akibatnya terjadi delay penerbangan. Ini sudah sesuai SOP,” paparnya.
Dia heran dari mana muncul isu yang menyebut listrik mati di bandara hingga menyebabkan radar turut mati.
"Ini berimbas pada mengganggu wajah kita (Indonesia) sebagai penerbangan udara internasional. Padahal citra penerbangan kita sedang naik," jelasnya.
Menurut Ketua KNKT Tatang Kurniadi, kabar yang menyebutkan radar mati tidaklah benar.Dia menerangkan yang terjadi sebenarnya, panel kapasitornya yang terbakar. Bukan radarnya yang rusak.
"Jadi panel kapasitor, bukan radarnya yang rusak," ujar Tatang di Gedung Angkasa Pura II, Selasa (25/12/2012).
Dia menjelaskan, adapun kerusakan terjadi padakomponen kapasitor UPS 1,karena terbakar. Kapasitor tersebut berfungsi untuk mengalihkan listrik secara otomatis ke UPS 2.
“Karena kapasitor terbakar, listrik tidak bisa dialihkan dari UPS 1 ke UPS 2. Hal ini mengakibatkan ATS tidak dapat menampilkan data penerbangan yang berupa target pesawat maupun informasiflight plan,” katanya.
Matinya aliran listrik ke ATS berlangsung selama 15 menit mulai pukul 15.55 - 17.10 WIB.Hal ini diatasi dengan pemindahan listrik secara manual dari UPS 1 ke UPS 2 hingga supplylistrik kembali normal.
“Pemindahan listrik dilakukan teknisi langsung sesuai SOP. Tetapimaksud lisrik di sini, bukan pasokan dari PLN ya, tetapi karena ada masalah di panel kapasitornya. Kalau dari PLN normal saat peristiwa itu,” ujar Tatang.
Tatang menambahkan, selama ATC tidak berfungsi, pemanduan terhadap pilot dilakukan secara manual menggunakan prosedur non radar, dengan cara menunda seluruh penerbangan yang akan berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta dan mendahulukan pesawat yang akan mendarat.
“Akibatnya terjadi delay penerbangan. Ini sudah sesuai SOP,” paparnya.
Dia heran dari mana muncul isu yang menyebut listrik mati di bandara hingga menyebabkan radar turut mati.
"Ini berimbas pada mengganggu wajah kita (Indonesia) sebagai penerbangan udara internasional. Padahal citra penerbangan kita sedang naik," jelasnya.
(stb)