Ratusan warga Jakarta mengungsi saat Natal
Selasa, 25 Desember 2012 - 06:11 WIB
Ratusan warga Jakarta mengungsi saat Natal
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan warga Jakarta tak bisa menikmati malam Natal tahun ini dengan nyaman dan damai di dalam rumahnya. Sedikitnya ada 820 orang mengungsi dari rumahnya, karena banjir yang melanda rumah mereka. Demikian catatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Berdasarkan catatan BNPB, sebanyak 2.425 rumah warga Jakarta terendam banjir. Rumah itu, ditempati sedikitnya 7.307 jiwa. Diperkirakan, jumlah pengungsi dan rumah yang terendam akan terus bertambah, seiring dengan tingginya curah hujan yang turun belakangan.
"Laporan sementara, hingga Senin 24 Desember 2012, sekira pukul 11.00 WIB tercatat, 2.425 rumah dengan 7.307 jiwa terendam banjir. Diperkirakan jumlah bertambah," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya.
Diterangkan dia, banjir terjadi di 10 kecamatan yang meliputi 16 kelurahan, 36 RW, dan 58 RT. Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur adalah daerah yang terparah terkena banjir.
Sementara kelurahan yang terendam banjir ada sekira 17 kelurahan. Terdiri dari Kelurahan Rawajati, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, Cililitan, Cibubur, Pekayon, Gedong, Ulujami, Pondok Pinang, Bukit Duri, Baru, Pondok Labu, Sukabumi Selatan, Kedoya Selatan, Duri Kepa, dan Jelambar Baru.
Banjir di Jakarta, didorong oleh banyak faktor. Diantaranya naiknya debit sungai Ciliwung pada Minggu 23 Desember 2012 sore yang telah menyebabkan banjir di beberapa daerah di sepanjang Sungai Ciliwung. Selain itu, hujan di wilayah Bogor juga menyebabkan banjir di Sungai Pesanggrahan.
Daerah yang berpotensi terkena banjir di daerah sekitar bantaran Sungai Ciliwung yaitu; Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Gang Arus/Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina, dan Kampung Melayu.
Berdasarkan catatan BNPB, sebanyak 2.425 rumah warga Jakarta terendam banjir. Rumah itu, ditempati sedikitnya 7.307 jiwa. Diperkirakan, jumlah pengungsi dan rumah yang terendam akan terus bertambah, seiring dengan tingginya curah hujan yang turun belakangan.
"Laporan sementara, hingga Senin 24 Desember 2012, sekira pukul 11.00 WIB tercatat, 2.425 rumah dengan 7.307 jiwa terendam banjir. Diperkirakan jumlah bertambah," ujar Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam rilisnya.
Diterangkan dia, banjir terjadi di 10 kecamatan yang meliputi 16 kelurahan, 36 RW, dan 58 RT. Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur adalah daerah yang terparah terkena banjir.
Sementara kelurahan yang terendam banjir ada sekira 17 kelurahan. Terdiri dari Kelurahan Rawajati, Bidara Cina, Kampung Melayu, Cawang, Cililitan, Cibubur, Pekayon, Gedong, Ulujami, Pondok Pinang, Bukit Duri, Baru, Pondok Labu, Sukabumi Selatan, Kedoya Selatan, Duri Kepa, dan Jelambar Baru.
Banjir di Jakarta, didorong oleh banyak faktor. Diantaranya naiknya debit sungai Ciliwung pada Minggu 23 Desember 2012 sore yang telah menyebabkan banjir di beberapa daerah di sepanjang Sungai Ciliwung. Selain itu, hujan di wilayah Bogor juga menyebabkan banjir di Sungai Pesanggrahan.
Daerah yang berpotensi terkena banjir di daerah sekitar bantaran Sungai Ciliwung yaitu; Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Gang Arus/Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina, dan Kampung Melayu.
(san)