Tagana Depok pantau titik banjir & longsor
Senin, 24 Desember 2012 - 00:01 WIB
Tagana Depok pantau titik banjir & longsor
A
A
A
Sindonews.com - Petugas Pengendalian Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Depok malam ini dikerahkan untuk memantau seluruh kecamatan yang ada di Depok. Mereka dikerahkan untuk memantau sejumlah titik banjir dan longsor akibat hujan deras mengguyur sepanjang hari tadi.
Koordinator Tagana Dinaskersos Kota Depok Romdhony mengatakan, akibat curah hujan tinggi saat ini terdapat titik longsor di Kelurahan Jatijajar, Cimanggis dan wilayah Depok.
"Longsor di Jatijajar menimpa 14 kepala keluarga dan 49 jiwa, sementara tiga personel di sana, saya mengarah kesana untuk mengecek lokasi," tegas Dhony, Minggu (23/12/2012).
Selain itu, lanjut Dhony, longsor juga terjadi di Kompleks Pelni RT 009/009 dan RW 022. Sebelumnya longsor terjadi di Kompleks Hankam, Cimanggis, Depok yang menyebabkan lima rumah rusak berat.
Sebelumnya, tiga jam berselang banjir kiriman dari pintu air Katulampa di Bogor mulai tiba di Depok. Pukul 20.00 WIB, kondisi ketinggian air di Pos Pemantau sungai Ciliwung di Depok mencapai 220 centimeter.
Hal itu berarti sudah menembus status siaga tiga yang disebabkan oleh curah hjuan yang tinggi di Bogor dan Depok.
"Masih bisa bertambah lagi ketinggiannya, soalnya Katulampa masih tinggi 170 centimeter, statusnya siaga 3," jelas petugas pos pemantau sungai Ciliwung di Depok, Arif.
Koordinator Tagana Dinaskersos Kota Depok Romdhony mengatakan, akibat curah hujan tinggi saat ini terdapat titik longsor di Kelurahan Jatijajar, Cimanggis dan wilayah Depok.
"Longsor di Jatijajar menimpa 14 kepala keluarga dan 49 jiwa, sementara tiga personel di sana, saya mengarah kesana untuk mengecek lokasi," tegas Dhony, Minggu (23/12/2012).
Selain itu, lanjut Dhony, longsor juga terjadi di Kompleks Pelni RT 009/009 dan RW 022. Sebelumnya longsor terjadi di Kompleks Hankam, Cimanggis, Depok yang menyebabkan lima rumah rusak berat.
Sebelumnya, tiga jam berselang banjir kiriman dari pintu air Katulampa di Bogor mulai tiba di Depok. Pukul 20.00 WIB, kondisi ketinggian air di Pos Pemantau sungai Ciliwung di Depok mencapai 220 centimeter.
Hal itu berarti sudah menembus status siaga tiga yang disebabkan oleh curah hjuan yang tinggi di Bogor dan Depok.
"Masih bisa bertambah lagi ketinggiannya, soalnya Katulampa masih tinggi 170 centimeter, statusnya siaga 3," jelas petugas pos pemantau sungai Ciliwung di Depok, Arif.
(lns)