42 orang di Maros positif HIV/AIDS

42 orang di Maros positif HIV/AIDS
A
A
A
Sindonews.com - Badan Narkotika Kabupaten Maros mencatat, saat ini terdapat 42 warga terindikasi mengidap HIV/AIDS. Diduga penderita penyakit tersebut lebih besar dari data tersebut.
Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Maros A Harmil Mattotorang mengatakan, jumlah tersebut merupakan data yang masuk ke petugas dan pemerintah.
"Kalau saat ini data yang kami pegang penderita HIV/AIDS di Kabupaten Maros mencapai 42 orang. Angka itu kami perkirakan masih bertambah. Karena tidak menutup kemungkinan masih ada penderita yang enggan melapor dan berobat," katanya kepada wartawan di kantornya, Minggu (23/12/2012).
Penderita HIV/AIDS, lanjutnya, enggan melapor karena faktor lingkungan. Apa lagi pandangan masyarakat terhadap penderita sangat jelek. Umumnya masyarakat, masih menjauhi mereka yang terkena penyakit HIV/AIDS.
"Data yang kami miliki belum bertambah, karena banyak yang tidak mau melapor. Mereka takut dikucilkan dari lingkungan makanya mereka diam saja," ungkapnya.
Selain itu kata Harmil, umumnya penderita HIV/AIDS banyak yang memilih memeriksakan diri ke Makassar, ketimbang di RS Salewangang.
Harmil menambahkan, berdasarkan survei yang dilakukan, kebanyakan penderita HIV/AIDS berasal dari Kecamatan Camba dan Mallawa. Karena dua wilayah tersebut merupakan perbatasan dengan daerah lain.
Untuk mencegah bertambahnya angka penderita HIV/AIDS, pihak BNK merangkul pelajar untuk menyosialisasikan bahayanya penyakit HIV/AIDS dan narkotika.
"Kita Akan membentuk kelompok siswa peduli aids dan narkotika. Mereka dibentuk untuk membantu sosialisasi, setidaknya berawal dari kalangan pelajar saja dulu," sebutnya.
Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Maros A Harmil Mattotorang mengatakan, jumlah tersebut merupakan data yang masuk ke petugas dan pemerintah.
"Kalau saat ini data yang kami pegang penderita HIV/AIDS di Kabupaten Maros mencapai 42 orang. Angka itu kami perkirakan masih bertambah. Karena tidak menutup kemungkinan masih ada penderita yang enggan melapor dan berobat," katanya kepada wartawan di kantornya, Minggu (23/12/2012).
Penderita HIV/AIDS, lanjutnya, enggan melapor karena faktor lingkungan. Apa lagi pandangan masyarakat terhadap penderita sangat jelek. Umumnya masyarakat, masih menjauhi mereka yang terkena penyakit HIV/AIDS.
"Data yang kami miliki belum bertambah, karena banyak yang tidak mau melapor. Mereka takut dikucilkan dari lingkungan makanya mereka diam saja," ungkapnya.
Selain itu kata Harmil, umumnya penderita HIV/AIDS banyak yang memilih memeriksakan diri ke Makassar, ketimbang di RS Salewangang.
Harmil menambahkan, berdasarkan survei yang dilakukan, kebanyakan penderita HIV/AIDS berasal dari Kecamatan Camba dan Mallawa. Karena dua wilayah tersebut merupakan perbatasan dengan daerah lain.
Untuk mencegah bertambahnya angka penderita HIV/AIDS, pihak BNK merangkul pelajar untuk menyosialisasikan bahayanya penyakit HIV/AIDS dan narkotika.
"Kita Akan membentuk kelompok siswa peduli aids dan narkotika. Mereka dibentuk untuk membantu sosialisasi, setidaknya berawal dari kalangan pelajar saja dulu," sebutnya.
(ysw)