Jokowi: Kantor dan sekolah bergaya Betawi
Sabtu, 22 Desember 2012 - 16:32 WIB
Jokowi: Kantor dan sekolah bergaya Betawi
A
A
A
Sindonews.com - Gubernur DKI Jakarta Jokow Widodo menjelaskan tahun 2013 mendatang, semua kantor-kantor pemerintahan, sekolah dan pasar yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI wajib menyertakan karakter-karakter kebudayaan Betawi.
Hal ini disamping untuk melestarikan kebudayaan lokal di Jakarta, juga dilakukan agar karakter yang dimiliki sebuah kota dapat lebih muncul.
"Terutama untuk kantor lurah, camat, sekolah, pasar yang dibangun oleh pemerintah DKI sudah saya wajibkan untuk memakai karakter-karakter Betawi yang ada," ujar pri yang biasa disapa Jokowi usai bertemu dengan para arsitek dalam acara musyawarah daerah (Musda) Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) di Gran Mercure, Jakarta Pusat, Sabtu (22/12/2012).
Untuk itu mantan wali kota Solo ini berharap, agar semua unsur yang terlibat dalam pembangunan yang ada di Jakarta dapat bekerja sama membangun kota dengan mengedepankan nilai-nilai kebudayaan.
"Tapi, untuk arsitek tentu bisa memilih karakter-karakter dari daerah yang ada diseluruh Indonesia. Sehingga nanti ketika masuk ke Jakarta perasaanya itu seperti sudah masuk ke Indonesia," jelasnya.
Jokowi juga berharap, pembangunan rumah-rumah tradisional Betawi ataupun minimal yang bergaya Betawi dapat dimaksimalkan. Hal tersebut dilakukan agar apa yang ada di Jakarta tidak selalu didominasi oleh modernisasi dari luar.
"Rumah-rumah seperti ini (tradisional betawi) alangkah bagusnya kalau dari gedung-gedung yang ada itu muncul satu, dua tiga empat rumah panggung seperti ini, misalnya rumah bapang, rumah gudang, rumah pesisir, dan rumah kepulauan yang termasuk rumah khas betawi," tukasnya.
Hal ini disamping untuk melestarikan kebudayaan lokal di Jakarta, juga dilakukan agar karakter yang dimiliki sebuah kota dapat lebih muncul.
"Terutama untuk kantor lurah, camat, sekolah, pasar yang dibangun oleh pemerintah DKI sudah saya wajibkan untuk memakai karakter-karakter Betawi yang ada," ujar pri yang biasa disapa Jokowi usai bertemu dengan para arsitek dalam acara musyawarah daerah (Musda) Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) di Gran Mercure, Jakarta Pusat, Sabtu (22/12/2012).
Untuk itu mantan wali kota Solo ini berharap, agar semua unsur yang terlibat dalam pembangunan yang ada di Jakarta dapat bekerja sama membangun kota dengan mengedepankan nilai-nilai kebudayaan.
"Tapi, untuk arsitek tentu bisa memilih karakter-karakter dari daerah yang ada diseluruh Indonesia. Sehingga nanti ketika masuk ke Jakarta perasaanya itu seperti sudah masuk ke Indonesia," jelasnya.
Jokowi juga berharap, pembangunan rumah-rumah tradisional Betawi ataupun minimal yang bergaya Betawi dapat dimaksimalkan. Hal tersebut dilakukan agar apa yang ada di Jakarta tidak selalu didominasi oleh modernisasi dari luar.
"Rumah-rumah seperti ini (tradisional betawi) alangkah bagusnya kalau dari gedung-gedung yang ada itu muncul satu, dua tiga empat rumah panggung seperti ini, misalnya rumah bapang, rumah gudang, rumah pesisir, dan rumah kepulauan yang termasuk rumah khas betawi," tukasnya.
(mhd)