Bupati tanam pohon di gunung tertinggi
Jum'at, 21 Desember 2012 - 03:07 WIB
Bupati tanam pohon di gunung tertinggi
A
A
A
Sindonews.com - Bupati Mamuju, Suhardi Duka, menanam tujuh tunas pohon kelapa di puncak gunung tertinggi di dalam kota Mamuju, Anjoro Pitu. Dalam bahasa Mamuju nama tersebut berarti Kelapa Tujuh.
"Penanaman ini untuk melestarikan ciri, budaya dan sejarah Mamuju. Sejak dulu, wilayah ini memang dikenal dengan Anjoro Pitu karena disini hanya ada tujuh pohon kelapa yang berjajar. Ini sangat bermakna bagi warga Mamuju," katanya usai menanam pohon, Kamis (20/12/2012).
Di lokasi ini dibanguan rumah jabatan (rujab) Bupati Mamuju yang baru. Suhardi menamakannya dengan Rujab Sapota atau dalam bahasa Mamuju berarti Rujab rumah kita.
Penanaman ini juga pertanda difungsikannya Rujab Sapota Mamuju. Sesuai jadwal, pada tanggal 27 Desember 2012. Pemkab Mamuju akan menggelar acara adat Mamparapa To ditampoa di Rujab Sapota dan Yasinan. Kemudian pada tanggal 28 Desember 2012 prosesi adat memasuki Rujab Sapota.
Selain menanam tunas tujuh pohon kelapa, disekitar Rujab Sapota itu juga ditanam tujuh pohon durian. Baik kelapa maupun durian diyakini memiliki hubungan erat dengan masyarakat Mamuju.
Penanaman tujuh tunas kelapa dilakukan oleh oleh To Kayyang Dipadang atau Raja Mamuju Andi Maksum Dai, Bupati Mamuju Suhardi Duka, Wakil Bupati Mamuju Bustamin Bausat, Ketua DPRD Mamuju Sugianto, Sekda Mamuju Habsi Wahid dan tokoh adat Mamuju Aruchul Thahir.
Sedang penanaman bibit durian dilakukan oleh Dandim 1418 Tatag Mamuju, Kapolres Mamuju, Kajari mamuju, Ketua Pengadilan Negeri Mamuju, Ketua Tim Penggerak PKK Mamuju, Ketua Dharma Wanita Persatuan dan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Mamuju.
"Semua ini menjadi ukiran sejarah dengan melakukan penanaman kembali pohon kelapa yang dapat hidup selama 100 tahun dan pohon durian yang dapat hidup selama 50 tahun," kuncinya.
"Penanaman ini untuk melestarikan ciri, budaya dan sejarah Mamuju. Sejak dulu, wilayah ini memang dikenal dengan Anjoro Pitu karena disini hanya ada tujuh pohon kelapa yang berjajar. Ini sangat bermakna bagi warga Mamuju," katanya usai menanam pohon, Kamis (20/12/2012).
Di lokasi ini dibanguan rumah jabatan (rujab) Bupati Mamuju yang baru. Suhardi menamakannya dengan Rujab Sapota atau dalam bahasa Mamuju berarti Rujab rumah kita.
Penanaman ini juga pertanda difungsikannya Rujab Sapota Mamuju. Sesuai jadwal, pada tanggal 27 Desember 2012. Pemkab Mamuju akan menggelar acara adat Mamparapa To ditampoa di Rujab Sapota dan Yasinan. Kemudian pada tanggal 28 Desember 2012 prosesi adat memasuki Rujab Sapota.
Selain menanam tunas tujuh pohon kelapa, disekitar Rujab Sapota itu juga ditanam tujuh pohon durian. Baik kelapa maupun durian diyakini memiliki hubungan erat dengan masyarakat Mamuju.
Penanaman tujuh tunas kelapa dilakukan oleh oleh To Kayyang Dipadang atau Raja Mamuju Andi Maksum Dai, Bupati Mamuju Suhardi Duka, Wakil Bupati Mamuju Bustamin Bausat, Ketua DPRD Mamuju Sugianto, Sekda Mamuju Habsi Wahid dan tokoh adat Mamuju Aruchul Thahir.
Sedang penanaman bibit durian dilakukan oleh Dandim 1418 Tatag Mamuju, Kapolres Mamuju, Kajari mamuju, Ketua Pengadilan Negeri Mamuju, Ketua Tim Penggerak PKK Mamuju, Ketua Dharma Wanita Persatuan dan Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Mamuju.
"Semua ini menjadi ukiran sejarah dengan melakukan penanaman kembali pohon kelapa yang dapat hidup selama 100 tahun dan pohon durian yang dapat hidup selama 50 tahun," kuncinya.
(ysw)