Genjot PAD, DKI pakai sistem online
Kamis, 20 Desember 2012 - 17:26 WIB
Genjot PAD, DKI pakai sistem online
A
A
A
Sindonews.com - Untuk mencegah terjadinya tindakan korupsi, dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan sistem administrasi online. Sistem online itu, diharapkan dapat merekam titik-titik mana saja yang menyumbang pendapatan lebih banyak untuk Jakarta.
Selain itu, sistem online juga dapat memberikan informasi terkait aktifitas uang yang ada. Sehingga uang yang masuk dapat dengan cepat diketahui.
"Online sistem. Kalau online sudah diterapkan, maka akan terlihat. Titik mana yang menyumbang lebih banyak. Mana yang belum. Nanti informasinya harian, bahkan detik. Uang yang masuk akan kelihatan. Hari ini tambah sekian triliun," kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Balai Kota, Jakarta, Kamis (20/12/2012).
Ketika disinggung mengenai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI, pria yang akrab disapa Jokowi ini mengakui belum akan masuk ke dalam pembenahan BUMD.
"Kita memang belum masuk ke pembenahan di BUMD. Kita ngomong apa adanya. Kalau sudah kita sampaikan. Baru sebatas kenalan saja. Nanti kalau sudah akan lebih detil," jelas Jokowi.
Sedangkan yang akan lebih dipertajam lagi mengenai BUMD, terkait dengan bisnis plan, bagaimana meningkatkan keuntungan, dan ikut menjadi agen perubahan bagi Jakarta. "Desain itu belum kita olah dan kita benahi. Saya belum bisa banyak komentar," tukas Jokowi.
Selain itu, sistem online juga dapat memberikan informasi terkait aktifitas uang yang ada. Sehingga uang yang masuk dapat dengan cepat diketahui.
"Online sistem. Kalau online sudah diterapkan, maka akan terlihat. Titik mana yang menyumbang lebih banyak. Mana yang belum. Nanti informasinya harian, bahkan detik. Uang yang masuk akan kelihatan. Hari ini tambah sekian triliun," kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Balai Kota, Jakarta, Kamis (20/12/2012).
Ketika disinggung mengenai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI, pria yang akrab disapa Jokowi ini mengakui belum akan masuk ke dalam pembenahan BUMD.
"Kita memang belum masuk ke pembenahan di BUMD. Kita ngomong apa adanya. Kalau sudah kita sampaikan. Baru sebatas kenalan saja. Nanti kalau sudah akan lebih detil," jelas Jokowi.
Sedangkan yang akan lebih dipertajam lagi mengenai BUMD, terkait dengan bisnis plan, bagaimana meningkatkan keuntungan, dan ikut menjadi agen perubahan bagi Jakarta. "Desain itu belum kita olah dan kita benahi. Saya belum bisa banyak komentar," tukas Jokowi.
(san)