Jakarta Utara jadi kawasan favorit kaum urban
Kamis, 20 Desember 2012 - 16:59 WIB
Jakarta Utara jadi kawasan favorit kaum urban
A
A
A
Sindonews.com - Jakarta Utara diketahui menjadi tempat favorit bagi masyarakat urban dalam mencari pekerjaan di Jakarta. Pelabuhan dan kegiatan ekonomi di kawasan itu, diduga menjadi magnet tersendiri bagi warga pendatang yang ingin mencoba peruntungannya di Jakarta.
"Di tempat lain juga sebenarnya ada. Tetapi, melihat data seperti ini, Jakarta Utara menjadi sasaran atau tujuan yang cukup difavoritkan. Karena memang di sana kan ada aktivitas pelabuhan dan segala macemkan," ujar anggota Komisi E DPRD DKI (F-PDIP) Dwi Rio saat ditemui Sindonews di Gedung DPRD, Jakarta, Kamis (20/12/2012).
Dengan kegiatan ekonomi yang terlihat menggiurkan, maka orang akan berbondong-bondong pergi ke Jakut. Namun, masyarakat urban akhirnya harus terjebak di dalam lingkaran kemiskinan di sana.
Hal itu karena tempat yang mereka incar sebagai tempat mencari nafkah tidak sesuai dan semudah yang dibayangkan oleh masyarakat urban.
"Kan tujuannya, kalau melihat kasat mata itukan berarti banyak aktifitas ekonomi. Orang berbondong-bondong ke sana. Tetapi ketika di sana, ternyata tidak semudah yang dibayangkan, sehingga mereka terjerembab dalam lingkaran kemiskinan di sana," tukas Dwi.
"Di tempat lain juga sebenarnya ada. Tetapi, melihat data seperti ini, Jakarta Utara menjadi sasaran atau tujuan yang cukup difavoritkan. Karena memang di sana kan ada aktivitas pelabuhan dan segala macemkan," ujar anggota Komisi E DPRD DKI (F-PDIP) Dwi Rio saat ditemui Sindonews di Gedung DPRD, Jakarta, Kamis (20/12/2012).
Dengan kegiatan ekonomi yang terlihat menggiurkan, maka orang akan berbondong-bondong pergi ke Jakut. Namun, masyarakat urban akhirnya harus terjebak di dalam lingkaran kemiskinan di sana.
Hal itu karena tempat yang mereka incar sebagai tempat mencari nafkah tidak sesuai dan semudah yang dibayangkan oleh masyarakat urban.
"Kan tujuannya, kalau melihat kasat mata itukan berarti banyak aktifitas ekonomi. Orang berbondong-bondong ke sana. Tetapi ketika di sana, ternyata tidak semudah yang dibayangkan, sehingga mereka terjerembab dalam lingkaran kemiskinan di sana," tukas Dwi.
(san)