MTI: Kuota premium Jakarta sudah overload
Kamis, 20 Desember 2012 - 06:09 WIB
MTI: Kuota premium Jakarta sudah overload
A
A
A
Sindonews.com - Kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yaitu premium DKI Jakarta memang telah melampai batasnya (overload), pasalnya kendaraan umum di Jakarta memang banyak yang menggunakan presmium.
"Kuota (premium) untuk DKI Jakarta emang sudah melampaui batas. Karena, memang banyak kendaraan umum yang menggunakan itu (premium)," kata Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit saat dihubungi Sindonews, Kamis (20/12/2012).
Oleh sebab itu, dia pesimin dengan niatan Gubernur DKI Jakarta untuk menyetop BBM bersubsidi itu. "Saya kurang yakin. Karena kendaraan umum kan banyak yang menggunakan premium," tambahnya.
Selain itu, saat disinggung menyangkut mampukah Jakarta, jika tanpa BBM bersubsidi. "Wah kalau itu saya belum tahu (bisa atau tidak bisa)," katanya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan segera menyurati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk tidak menyuplai premium di Jakarta. Hal itu dilakukannya sebagai salah satu upaya mengurai kemacetan di Jakarta.
"Pak Gubernur juga sudah usulkan Pak Presiden, Jakarta enggak ada lagi premium kan hemat negara, terus kita akan bangun apartemen yang sewa bulanan terjangkau," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu 19 Desember 2012 kemarin.
Menyangkut hal tersebut, Ahok mengatakan, dirinya belum mengetahui apakah itu akan disetujui atau belum, ia belum mengetahui hal tersebut. "Ah belum, itu urusan gubernur," ujarnya.
"Kuota (premium) untuk DKI Jakarta emang sudah melampaui batas. Karena, memang banyak kendaraan umum yang menggunakan itu (premium)," kata Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit saat dihubungi Sindonews, Kamis (20/12/2012).
Oleh sebab itu, dia pesimin dengan niatan Gubernur DKI Jakarta untuk menyetop BBM bersubsidi itu. "Saya kurang yakin. Karena kendaraan umum kan banyak yang menggunakan premium," tambahnya.
Selain itu, saat disinggung menyangkut mampukah Jakarta, jika tanpa BBM bersubsidi. "Wah kalau itu saya belum tahu (bisa atau tidak bisa)," katanya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan segera menyurati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk tidak menyuplai premium di Jakarta. Hal itu dilakukannya sebagai salah satu upaya mengurai kemacetan di Jakarta.
"Pak Gubernur juga sudah usulkan Pak Presiden, Jakarta enggak ada lagi premium kan hemat negara, terus kita akan bangun apartemen yang sewa bulanan terjangkau," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu 19 Desember 2012 kemarin.
Menyangkut hal tersebut, Ahok mengatakan, dirinya belum mengetahui apakah itu akan disetujui atau belum, ia belum mengetahui hal tersebut. "Ah belum, itu urusan gubernur," ujarnya.
(mhd)