Bertemu Jokowi, PMI DKI minta duit
Rabu, 19 Desember 2012 - 16:50 WIB
Bertemu Jokowi, PMI DKI minta duit
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta terlihat menyambangi gedung Balai Kota, Jakarta. Kedatangan PMI DKI diketahui membahas pesoalan yang berada di tubuh PMI DKI.
"Tadi saya bersama anggota PMI DKI Jakarta, membahas mengenai persoalan yang ada di PMI DKI. Pembahasan itu tentunya membutuhkan solusi,” kata Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo di Balaikota, Jakarta, Rabu (19/12/2012).
Salah satu yang menjadi persoalan PMI DKI, lanjut Jokowi, antara lain mengenai pengadaan alat yang mampu mendeteksi virus HIV Aids yang dikandung darah pendonor.
“Tentunya pengadaan alat deteksi ini membutuhkan tambahan anggaran, untuk membeli peralatan yang dibutuhkam,” jelas pria yang akrab disapa Jokowi ini.
Jokowi mengaku, PMI DKI Jakarta meminta tambahan anggaran sebesar Rp40 miliar. Sedangkan untuk tahun ini, PMI diketahui diberikan anggaran sebesar Rp15 miliar.
Untuk tahun depan direncanakan anggaran yang ada akan ditambah menjadi Rp20 miliar. Untuk membeli alat yang diajukan, akan ditambah lagi sebesar Rp40 miliar.
"Pengadaan alat itu penting. Tapi saya hanya mau cek apa itu sebuah kebutuhan yang mendesak," tukas Jokowi.
"Tadi saya bersama anggota PMI DKI Jakarta, membahas mengenai persoalan yang ada di PMI DKI. Pembahasan itu tentunya membutuhkan solusi,” kata Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo di Balaikota, Jakarta, Rabu (19/12/2012).
Salah satu yang menjadi persoalan PMI DKI, lanjut Jokowi, antara lain mengenai pengadaan alat yang mampu mendeteksi virus HIV Aids yang dikandung darah pendonor.
“Tentunya pengadaan alat deteksi ini membutuhkan tambahan anggaran, untuk membeli peralatan yang dibutuhkam,” jelas pria yang akrab disapa Jokowi ini.
Jokowi mengaku, PMI DKI Jakarta meminta tambahan anggaran sebesar Rp40 miliar. Sedangkan untuk tahun ini, PMI diketahui diberikan anggaran sebesar Rp15 miliar.
Untuk tahun depan direncanakan anggaran yang ada akan ditambah menjadi Rp20 miliar. Untuk membeli alat yang diajukan, akan ditambah lagi sebesar Rp40 miliar.
"Pengadaan alat itu penting. Tapi saya hanya mau cek apa itu sebuah kebutuhan yang mendesak," tukas Jokowi.
(stb)