Bahaya Flu Burung, Tegal siagakan TRC
Rabu, 19 Desember 2012 - 11:31 WIB
Bahaya Flu Burung, Tegal siagakan TRC
A
A
A
Sindonews.com - Wabah flu burung yang menghantui sejumlah kota di Jawa Tengah seperti Kabupaten Brebes dan Kota Tegal, membuat pihak otoritas setempat waspada. Salah satunya dengan menyiagakan Tim Gerak Cepat (TRC).
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal Mochammad Hafidz mengatakan, dinasnya telah menyiagakan TRC di seluruh puskesmas di Kota Tegal. Tercatat ada delapan puskesmas yang dilengkapi personal TRC. Dalam TRC itu terdiri atas dokter, promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, dan perawat.
"TRC bertugas untuk mengetahui manusia yang terkena flu burung," katanya ditemui di Pringgitan Balaikota Tegal, Rabu (19/12/2012).
Dengan demikian bila ada warga yang terkena virus flu burung atau Avian Influenza (AI), ia mempersilakan untuk memeriksanya ke puskesmas. Terutama bagi mereka yang mengalami sakit flu atau Influenza Like Illnes (ILI) usai melakukan kontak dengan unggas.
Bisa juga memeriksakannya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah Kota Tegal selaku salah satu rumah sakit rujukan.
Direktur RSUD Kardinah Kota Tegal dr Abdal Hakim pernah menyampaikan, jika pihaknya telah menyediakan ruang khusus bagi penderita flu burung, serta menyiagakan anggota medis khusus yang dikepalai dr Eko Hartono.
"Kami siap kapan saja bila ada pasien terkena flu burung. Sejauh ini belum ada," katanya.
Sementara itu di Kabupaten Brebes, Kepala Dinas Kesehatan setempat, dr Gunadi menjelaskan, seiring maraknya penyakit flu burung yang terjadi di wilayahnya dalam satu bulan terakhir, pihaknya menyediakan obat-obat seperti tamaflu di puskesmas di Brebes.
Seluruh puskesmas yang berjumlah 38 unit puskesmas telah dibekali obat tamaflu.
Sampai saat ini, dinas kesehatan gencar melakukan sosialisasi penanganan pasien flu burung ke puskesmas. "Perkaranya adalah apabila ada yang sakit, mau cepat diperiksakan atau tidak," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal Mochammad Hafidz mengatakan, dinasnya telah menyiagakan TRC di seluruh puskesmas di Kota Tegal. Tercatat ada delapan puskesmas yang dilengkapi personal TRC. Dalam TRC itu terdiri atas dokter, promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, dan perawat.
"TRC bertugas untuk mengetahui manusia yang terkena flu burung," katanya ditemui di Pringgitan Balaikota Tegal, Rabu (19/12/2012).
Dengan demikian bila ada warga yang terkena virus flu burung atau Avian Influenza (AI), ia mempersilakan untuk memeriksanya ke puskesmas. Terutama bagi mereka yang mengalami sakit flu atau Influenza Like Illnes (ILI) usai melakukan kontak dengan unggas.
Bisa juga memeriksakannya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kardinah Kota Tegal selaku salah satu rumah sakit rujukan.
Direktur RSUD Kardinah Kota Tegal dr Abdal Hakim pernah menyampaikan, jika pihaknya telah menyediakan ruang khusus bagi penderita flu burung, serta menyiagakan anggota medis khusus yang dikepalai dr Eko Hartono.
"Kami siap kapan saja bila ada pasien terkena flu burung. Sejauh ini belum ada," katanya.
Sementara itu di Kabupaten Brebes, Kepala Dinas Kesehatan setempat, dr Gunadi menjelaskan, seiring maraknya penyakit flu burung yang terjadi di wilayahnya dalam satu bulan terakhir, pihaknya menyediakan obat-obat seperti tamaflu di puskesmas di Brebes.
Seluruh puskesmas yang berjumlah 38 unit puskesmas telah dibekali obat tamaflu.
Sampai saat ini, dinas kesehatan gencar melakukan sosialisasi penanganan pasien flu burung ke puskesmas. "Perkaranya adalah apabila ada yang sakit, mau cepat diperiksakan atau tidak," katanya.
(ysw)