Banjir sepinggang, HUT Ogan Ilir terancam batal
Rabu, 19 Desember 2012 - 11:07 WIB
Banjir sepinggang, HUT Ogan Ilir terancam batal
A
A
A
Sindonews.com – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Ogan Ilir ke 9 yang jatuh pada 7 Januari 2013 terancam batal. Pasalnya, kondisi akses jalan untuk menuju komplek perkantoran terpadu Desa Tanjung Senai, Kecamatan Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir yang menjadi pusat perayaan HUT Ogan Ilir rusak parah.
Bahkan akses Jalan dari Sakatiga menuju ke pusat perkantoran tidak bisa dilalui lantaran air pasang setinggi pinggang sehingga menutupi sebagian aspal jalan.
Pantauan di lapangan, kondisi jalan rusak dan digenangi air terjadi sejak satu pekan terakhir, dimana hujan deras terus mengguyur Bumi Caram Seguguk Ogan Ilir. Dalam sehari-hari, biasanya masyarakat Desa Sejaroh Sakti maupun desa lainnya hendak ke pusat kota melalui jalan dari Sakatiga.
Namun kini terpaksa memilih alternative jalan lain yakni melalui Jalan Tanjung Sejaro atau dikenal Jalan Brimob ke Lebung Karangan.
“Dari depan ke dalam Desa Sejaroh Sakti sekitar tiga kilometer lebih. Ya, kami terpaksa memilih alternatif jalan brimob untuk menuju ke desa. JAlan dari Sakatiga sekarang ini tidak bisa dilalui karena jalan putus digenangi air pasang setinggi pinggang,” kata warga Sejaroh Sakti, Abdul Rozak (53), Rabu (19/12/2012).
Dia hanya berharap kepada pemerintah untuk segera meninggikan jalan dari Sakatiga hingga menuju ke perkantoran sehingga ke depan ketika air pasang jalan tidak tergenang lagi. Disamping itu, pemerintah juga harus memperbaiki rusaknya jalan di Jalan Brimob ini.
“Ada sejumlah titik yang rusak parah di JAlan Brimob ini. Ya, apabila tidak hati-hati bisa terjatuh,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala PUBM Ogan Ilir H Muhsin Abdullah membenarkan bila saat ini kondisi jalan dari Desa Sakatiga menuju kantor Pemkab terpadu sedang tergenang air. Bahkan bila hujan terus mengguyur hingga mendekati peringatan, maka kondisi jalan tersebut semakin parah.
“Saya menawarkan untuk melintasi jalan alternatif lainnya, seperti dari Jalan Desa Tebing Gerinting dan sebagainya,” kata Muhsin.
Namun kelihatannya Bupati OI H Mawardi Yahya kurang sependapat dengan mengambil jalan alternatif tersebut.
“Lebih baik kita fokus di satu jalan saja dan di sana harus dimaksimalkan perbaikannya terutama di jalan dari arah Desa Sakatiga," katanya di Gedung Caram Seguguk, Rabu (19/12/2012).
Ia menjelaskan, jika nanti tergenang diupayakan dilakukan penimbunan sehingga bisa dilintasi. Itu tugas dari Kepala Dinas PU BM bagaimana supaya jalan menuju Kantor Pemkab terpadu bisa dilintasi
Bahkan akses Jalan dari Sakatiga menuju ke pusat perkantoran tidak bisa dilalui lantaran air pasang setinggi pinggang sehingga menutupi sebagian aspal jalan.
Pantauan di lapangan, kondisi jalan rusak dan digenangi air terjadi sejak satu pekan terakhir, dimana hujan deras terus mengguyur Bumi Caram Seguguk Ogan Ilir. Dalam sehari-hari, biasanya masyarakat Desa Sejaroh Sakti maupun desa lainnya hendak ke pusat kota melalui jalan dari Sakatiga.
Namun kini terpaksa memilih alternative jalan lain yakni melalui Jalan Tanjung Sejaro atau dikenal Jalan Brimob ke Lebung Karangan.
“Dari depan ke dalam Desa Sejaroh Sakti sekitar tiga kilometer lebih. Ya, kami terpaksa memilih alternatif jalan brimob untuk menuju ke desa. JAlan dari Sakatiga sekarang ini tidak bisa dilalui karena jalan putus digenangi air pasang setinggi pinggang,” kata warga Sejaroh Sakti, Abdul Rozak (53), Rabu (19/12/2012).
Dia hanya berharap kepada pemerintah untuk segera meninggikan jalan dari Sakatiga hingga menuju ke perkantoran sehingga ke depan ketika air pasang jalan tidak tergenang lagi. Disamping itu, pemerintah juga harus memperbaiki rusaknya jalan di Jalan Brimob ini.
“Ada sejumlah titik yang rusak parah di JAlan Brimob ini. Ya, apabila tidak hati-hati bisa terjatuh,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala PUBM Ogan Ilir H Muhsin Abdullah membenarkan bila saat ini kondisi jalan dari Desa Sakatiga menuju kantor Pemkab terpadu sedang tergenang air. Bahkan bila hujan terus mengguyur hingga mendekati peringatan, maka kondisi jalan tersebut semakin parah.
“Saya menawarkan untuk melintasi jalan alternatif lainnya, seperti dari Jalan Desa Tebing Gerinting dan sebagainya,” kata Muhsin.
Namun kelihatannya Bupati OI H Mawardi Yahya kurang sependapat dengan mengambil jalan alternatif tersebut.
“Lebih baik kita fokus di satu jalan saja dan di sana harus dimaksimalkan perbaikannya terutama di jalan dari arah Desa Sakatiga," katanya di Gedung Caram Seguguk, Rabu (19/12/2012).
Ia menjelaskan, jika nanti tergenang diupayakan dilakukan penimbunan sehingga bisa dilintasi. Itu tugas dari Kepala Dinas PU BM bagaimana supaya jalan menuju Kantor Pemkab terpadu bisa dilintasi
(ysw)