Kategori 2 FAA, keamanan Soetta belum standar internasional
Rabu, 19 Desember 2012 - 10:35 WIB
Kategori 2 FAA, keamanan Soetta belum standar internasional
A
A
A
Sindonews.com - Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim mengatakan, padamnya listrik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, akibat terbakarnya UPS yang mendukung pasokan energi listrik keperangkat komputer pendukung kerja pemanduan pesawat, merupakan hal yang wajar.
"Minggu lalu Radar mati di Soetta memalukan? Enggak juga, karena sudah sejak 2007 RI kategori 2 FAA, jadi kalau amburadul ya biasa/sesuai kategori!" tulis Chappy dalam akun twitternya @chappyhakim, Rabu (19/12/2012).
Ditambahkan dia, sejak pertengahan April 2007, penerbangan di Indonesia sudah divonis kategori 2 FAA. Hal itu dapat berarti, penerbangan yang ada masih belum memenuhi syarat keamanan terbang internasional SSI regulasi.
"‏Radar bandara mati, itu hanya membuktikan bahwa RI memang benar/pantas/tepat berasa di kategori 2 FAA (tidak safe ukuran internasional). Sampai deng saat ini, RI belum berhasil selesaikan PR nya utk bisa lulus masuk Kat 1 FAA/mmnhi syarat int aviation safety standard," tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, terbakarnya UPS yang telah digunakan sejak 20 tahun di Bandara Soetta menyebabkan listrik di bandara padam dan sistem pemanduan otomatis lalu lintas udara JAATS (Jakarta Automated Air Traffic System) terganggu. Hal ini menyebabkan jadwal penerbangan terganggu.
"Minggu lalu Radar mati di Soetta memalukan? Enggak juga, karena sudah sejak 2007 RI kategori 2 FAA, jadi kalau amburadul ya biasa/sesuai kategori!" tulis Chappy dalam akun twitternya @chappyhakim, Rabu (19/12/2012).
Ditambahkan dia, sejak pertengahan April 2007, penerbangan di Indonesia sudah divonis kategori 2 FAA. Hal itu dapat berarti, penerbangan yang ada masih belum memenuhi syarat keamanan terbang internasional SSI regulasi.
"‏Radar bandara mati, itu hanya membuktikan bahwa RI memang benar/pantas/tepat berasa di kategori 2 FAA (tidak safe ukuran internasional). Sampai deng saat ini, RI belum berhasil selesaikan PR nya utk bisa lulus masuk Kat 1 FAA/mmnhi syarat int aviation safety standard," tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, terbakarnya UPS yang telah digunakan sejak 20 tahun di Bandara Soetta menyebabkan listrik di bandara padam dan sistem pemanduan otomatis lalu lintas udara JAATS (Jakarta Automated Air Traffic System) terganggu. Hal ini menyebabkan jadwal penerbangan terganggu.
(san)