Pemprov DKI utang biaya kesehatan Rp335 M
Rabu, 19 Desember 2012 - 00:31 WIB
Pemprov DKI utang biaya kesehatan Rp335 M
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi DKI di masa kepemimpinan mantan Gubernur Fauzi Bowo memiliki tunggakan dana kesehatan sebesar Rp355 miliar kepada RSUD di Jakarta. Dana tunggakan tersebut mencakup biaya jaminan kesehatan masyarakat, seperti SKTM, Gakin, dan Jamkesda.
Kepala Bidang Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan Dr. Theryota menyatakan, tunggakan dana tersebut telah diketahui sejak 9 November 2012 lalu. Hal itu juga diketahui karena pada 10 November, pihak RSUD Jakarta telah memberlakukan program Kartu Jakarta Sehat (KJS).
"Tanggal 9 kita memberhentikan program dari pemerintah yang sebelumnya. Nah pada 10 November kita beralih ke program Jakarta Sehat," terang Theryota kepada Sindonews di ruang bagian pelayanan RSUD Tarakan, Jakarta, Selasa (18/12/2012).
Theryota menjelaskan, rencananya pada tahun 2013, pemerintah akan mengeluarkan dana untuk kesehatan sekitar Rp1,2 miliar. Jadi, biaya yang masih harus ditanggung oleh Pemprov untuk tahun depan sebesar Rp1,55 Miliar.
"Rp1,2 miliar itu dana untuk tahun depan, nah Rp355 miliar itu biaya tunggakan. Jika dihitung Rp1,55 M," tambahnya.
Saat ditanyakan mengenai program KJS yang telah diberlakukan selama sebulan lebih ini di RSUD Tarakan, pihaknya hingga saat ini belum bisa mengatakan berapa biaya yang ditanggung oleh rumah sakit. Karena, rekapan dana masih dalam proses.
"Kita belum pastikan berapa. Karena kan ini baru berjalan sebulan lebih ya. Semua masih dalam proses," terangnya.
Yang jelas, RSUD Tarakan membebaskan biaya 100% pengobatan gratis bagi warga pengguna KJS. "Kita tanggung 100%, karena itu berdasarkan aturan dan petunjuk yang ada," tandasnya.
Kepala Bidang Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan Dr. Theryota menyatakan, tunggakan dana tersebut telah diketahui sejak 9 November 2012 lalu. Hal itu juga diketahui karena pada 10 November, pihak RSUD Jakarta telah memberlakukan program Kartu Jakarta Sehat (KJS).
"Tanggal 9 kita memberhentikan program dari pemerintah yang sebelumnya. Nah pada 10 November kita beralih ke program Jakarta Sehat," terang Theryota kepada Sindonews di ruang bagian pelayanan RSUD Tarakan, Jakarta, Selasa (18/12/2012).
Theryota menjelaskan, rencananya pada tahun 2013, pemerintah akan mengeluarkan dana untuk kesehatan sekitar Rp1,2 miliar. Jadi, biaya yang masih harus ditanggung oleh Pemprov untuk tahun depan sebesar Rp1,55 Miliar.
"Rp1,2 miliar itu dana untuk tahun depan, nah Rp355 miliar itu biaya tunggakan. Jika dihitung Rp1,55 M," tambahnya.
Saat ditanyakan mengenai program KJS yang telah diberlakukan selama sebulan lebih ini di RSUD Tarakan, pihaknya hingga saat ini belum bisa mengatakan berapa biaya yang ditanggung oleh rumah sakit. Karena, rekapan dana masih dalam proses.
"Kita belum pastikan berapa. Karena kan ini baru berjalan sebulan lebih ya. Semua masih dalam proses," terangnya.
Yang jelas, RSUD Tarakan membebaskan biaya 100% pengobatan gratis bagi warga pengguna KJS. "Kita tanggung 100%, karena itu berdasarkan aturan dan petunjuk yang ada," tandasnya.
(san)