RSUD Tarakan sediakan 338 bad pasien KJS
Selasa, 18 Desember 2012 - 16:44 WIB
RSUD Tarakan sediakan 338 bad pasien KJS
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan 4,7 juta Kartu Jakarta Sehat (KJS), yang akan dibagikan ke Warga DKI.
Sayangnya, saat ini baru sekitar 3 riby yang terealisasi. Sisanya akan dirampungkan tahun depan.
Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan Jakarta Pusat menyatakan, kendati hingga saat ini masyarakat belum memiliki KJS, hal itu tidak berpengaruh terhadap pelayanan rumah sakit.
Masyarakat cukup membawa KTP dan KK serta surat rujukan dari Puskesmas, untuk mengatur masalah administrasi.
"Program Jakarta sehat memang kartunya belum sampai ke masyarakat. Tapi tidak berpengaruh bagi kita. Kita sudah pasang spanduk dimana-mana. Masyarakat hanya tinggal bawa KTP, KK dan surat rujukan dari puskesmas," ujar Kepala Bidang Pelayanan, Dr. Theryota di RSUD Tarakan, Jakarta, Selasa (18/12/2012).
Pihaknya sudah menyiapkan 338 bed untuk pasien KJS. Bed yang terdiri dari ruang rawat inap, ICU, ICCU, NICU dan PICU. Yang dibagi atas tiga golongan, pertama laki-laki dan perempuan, kedua anak-anak dan dewasa serta ketiga berdasarkan penyakit infeksi dan non infeksi.
"Pada tahun 2011 kita memang ada penambahan 120 bed, yang baru dioperasionalkan di tahun 2012. Sehingga totalnya 270. Jumlah itu ditambah 68 bed yang berada di ICU, ICCU, NICU, PICU. Total jadi 338 bed," terangnya.
Sejatinya, warga yang menggunakan fasilitas KJS, pasien kelas 3 yang memiliki pendapatan rendah. Sayangnya, masyarakat yang memiliki pendapatan diatas rata-rata masih dapat menikmati fasilitas ini. Hal ini yang tidak dapat dicegah oleh pihak rumah sakit.
"Itu yang sulit. Kita tidak tahu dia datang naik mobil mewah atau tidak. Pihak rumah sakit tahunya, pasien punya KTP DKI terus daftar. Kita sebagai rumah sakit, hanya melayani kebutuhan pasien. Syaratnya dia mau ditempatkan di kelas tiga," tukas Theryota.
Sayangnya, saat ini baru sekitar 3 riby yang terealisasi. Sisanya akan dirampungkan tahun depan.
Pihak Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan Jakarta Pusat menyatakan, kendati hingga saat ini masyarakat belum memiliki KJS, hal itu tidak berpengaruh terhadap pelayanan rumah sakit.
Masyarakat cukup membawa KTP dan KK serta surat rujukan dari Puskesmas, untuk mengatur masalah administrasi.
"Program Jakarta sehat memang kartunya belum sampai ke masyarakat. Tapi tidak berpengaruh bagi kita. Kita sudah pasang spanduk dimana-mana. Masyarakat hanya tinggal bawa KTP, KK dan surat rujukan dari puskesmas," ujar Kepala Bidang Pelayanan, Dr. Theryota di RSUD Tarakan, Jakarta, Selasa (18/12/2012).
Pihaknya sudah menyiapkan 338 bed untuk pasien KJS. Bed yang terdiri dari ruang rawat inap, ICU, ICCU, NICU dan PICU. Yang dibagi atas tiga golongan, pertama laki-laki dan perempuan, kedua anak-anak dan dewasa serta ketiga berdasarkan penyakit infeksi dan non infeksi.
"Pada tahun 2011 kita memang ada penambahan 120 bed, yang baru dioperasionalkan di tahun 2012. Sehingga totalnya 270. Jumlah itu ditambah 68 bed yang berada di ICU, ICCU, NICU, PICU. Total jadi 338 bed," terangnya.
Sejatinya, warga yang menggunakan fasilitas KJS, pasien kelas 3 yang memiliki pendapatan rendah. Sayangnya, masyarakat yang memiliki pendapatan diatas rata-rata masih dapat menikmati fasilitas ini. Hal ini yang tidak dapat dicegah oleh pihak rumah sakit.
"Itu yang sulit. Kita tidak tahu dia datang naik mobil mewah atau tidak. Pihak rumah sakit tahunya, pasien punya KTP DKI terus daftar. Kita sebagai rumah sakit, hanya melayani kebutuhan pasien. Syaratnya dia mau ditempatkan di kelas tiga," tukas Theryota.
(stb)