AP II siapkan radar baru dari Jerman
Selasa, 18 Desember 2012 - 09:07 WIB
AP II siapkan radar baru dari Jerman
A
A
A
Sindonews.com - PT Angkasa Pura (AP) II siap melakukan revitalisasi beberapa komponen di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng, Tangerang, Banten. Revitalisasi atau perbaikan fasilitas itu salah satunya ialah sistem radar di bandara tersebut.
Corporate Secretary PT AP II Trisno Heryadi mengatakan revitalisasi ini tidak akan menunggu waktu lama, karena akan dimulai pada awal 2013.
"Jadi kita memang sudah berencana untuk melakukan revitalisasi dalam waktu dekat ini, beberapa bagian akan kita ganti, dan untuk sistem radar, kami sudah menyiapkan dan dalam perjalanan dari Jerman, jadi siap direvitalisasi," kata Trisno, saat dihubungi Sindonews, Selasa (18/12/2012).
Trisno menjelaskan, mengapa baru melakukan revitalisasi pasca matinya radar. Menurutnya, tanpa adanya gangguan redar tersebut, pihaknya sudah berniat untuk melakukan revitalisasi.
"Alat ini sudah kita antisipasi akan melakukan penggantian," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengoreksi audit dari tim Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dimana hasil audit menyatakan, alat dan sistem radar di Bandara Soetta masih laik untuk digunakan.
Menurutnya matinya sistem radar tersebut dinilainya sebagai salah satu musibah, bukan mengenai kelaikan alat atau tidaknya dari sistem itu.
"Sebelum itu juga alat dan sistem telah sesuai dengan hasil audit dari Kemenhub dan hasilnya masih bisa digunakan, nah kalau soal mati baru lama bisa terjadi. Tapi secara teori mash dapat digunakan," pungkasnya.
Corporate Secretary PT AP II Trisno Heryadi mengatakan revitalisasi ini tidak akan menunggu waktu lama, karena akan dimulai pada awal 2013.
"Jadi kita memang sudah berencana untuk melakukan revitalisasi dalam waktu dekat ini, beberapa bagian akan kita ganti, dan untuk sistem radar, kami sudah menyiapkan dan dalam perjalanan dari Jerman, jadi siap direvitalisasi," kata Trisno, saat dihubungi Sindonews, Selasa (18/12/2012).
Trisno menjelaskan, mengapa baru melakukan revitalisasi pasca matinya radar. Menurutnya, tanpa adanya gangguan redar tersebut, pihaknya sudah berniat untuk melakukan revitalisasi.
"Alat ini sudah kita antisipasi akan melakukan penggantian," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengoreksi audit dari tim Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dimana hasil audit menyatakan, alat dan sistem radar di Bandara Soetta masih laik untuk digunakan.
Menurutnya matinya sistem radar tersebut dinilainya sebagai salah satu musibah, bukan mengenai kelaikan alat atau tidaknya dari sistem itu.
"Sebelum itu juga alat dan sistem telah sesuai dengan hasil audit dari Kemenhub dan hasilnya masih bisa digunakan, nah kalau soal mati baru lama bisa terjadi. Tapi secara teori mash dapat digunakan," pungkasnya.
(maf)