Jamkesda jauh lebih baik dari KJS
Senin, 17 Desember 2012 - 15:13 WIB
Jamkesda jauh lebih baik dari KJS
A
A
A
Sindonews.com - Rinaldy (22) Mahasiswa Perguruan Tinggi Negeri di Jakarta, merasa kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), yang dikeluarkan pada masa kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo lebih berfungsi dengan baik dan efisien.
"Kalo Jamkesda kan satu kepala keluarga satu, jadi anggota keluarga yang lain tidak ngurus juga tidak apa-apa. Kan kalau dia kerja atau kuliah kaya saya, susah buat ngurusnya," ujar warga RT 008/08 Kelurahan Maphar, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Senin (17/12/2012).
Rinaldy berbagi pengalaman, sekitar tiga bulan yang lalu, salah satu tetangganya harus di rawat rumah sakit swasta, yang terbilang cukup mahal.
Melalui Jamkesda ini, RS Swasta yang terletak di kawasan Mangga besar tersebut membebaskan seluruh biaya pengobatan.
"Kemarin sekitar bulan September, tetangga saya sakit dan harus dirawat. Dia pakai Jamkesda. Kalau tidak salah biayanya diatas Rp50 juta, digratisin sama rumah sakit," tambahnya.
Pria ini hanya mempertanyakan, hingga saat ini belum ada salah satu warganya yang mendapatkan kartu sehat. Hal itulah penyebab warga enggan untuk berobat.
"Sampai sekarang saja, mana ada warga di sini yang dapat kartu sehat. Gimana mereka mau berobat," tukasnya.
Berdasarkan informasi yang ada, ketentuan Jamkesda bisa mengcover biaya hingga Rp100 juta. Hingga saat ini, belum ada kejelasan berapa nominal yang ditanggung oleh KJS.
"Kalo Jamkesda kan satu kepala keluarga satu, jadi anggota keluarga yang lain tidak ngurus juga tidak apa-apa. Kan kalau dia kerja atau kuliah kaya saya, susah buat ngurusnya," ujar warga RT 008/08 Kelurahan Maphar, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Senin (17/12/2012).
Rinaldy berbagi pengalaman, sekitar tiga bulan yang lalu, salah satu tetangganya harus di rawat rumah sakit swasta, yang terbilang cukup mahal.
Melalui Jamkesda ini, RS Swasta yang terletak di kawasan Mangga besar tersebut membebaskan seluruh biaya pengobatan.
"Kemarin sekitar bulan September, tetangga saya sakit dan harus dirawat. Dia pakai Jamkesda. Kalau tidak salah biayanya diatas Rp50 juta, digratisin sama rumah sakit," tambahnya.
Pria ini hanya mempertanyakan, hingga saat ini belum ada salah satu warganya yang mendapatkan kartu sehat. Hal itulah penyebab warga enggan untuk berobat.
"Sampai sekarang saja, mana ada warga di sini yang dapat kartu sehat. Gimana mereka mau berobat," tukasnya.
Berdasarkan informasi yang ada, ketentuan Jamkesda bisa mengcover biaya hingga Rp100 juta. Hingga saat ini, belum ada kejelasan berapa nominal yang ditanggung oleh KJS.
(stb)