LKS hina Gus Dur, Ansor Tulungagung meradang

Jum'at, 14 Desember 2012 - 01:11 WIB
LKS hina Gus Dur, Ansor...
LKS hina Gus Dur, Ansor Tulungagung meradang
A A A
Sindonews.com - Sebuah Lembar Kerja Siswa (LKS) pelajaran sejarah untuk seluruh siswa sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat di Kabupaten Tulungagung ditemukan memuat soal yang dinilai menyudutkan mantan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Gerakan Pemuda (GP) Ansor selaku badan otonom Nahdatul Ulama dan penemu LKS mendesak Dinas Pendidikan setempat untuk melakukan penarikan LKS dari peredaran.

“Sebab apa yang tertuang dalam soal itu merupakan penghinaan kepada Gus Dur, “ujar Ketua GP Ansor Kabupaten Tulungagung Yoyok Mubarok kepada wartawan, di Kantor GP Ansor Tulungagung, Kamis (13/12/2012).

Soal pilihan ganda tentang Gus Dur berada pada urutan nomor 37 pada lembar halaman 54. Disana tertulis pertanyaan kasus korupsi apa yang menjadikan Gus Dur terpaksa lengser dari kursi kepresidenan. Tim penyusun Bagus Burham RW Spd, Mugito, Spd, dan Rupingsih, Spd yang merupakan guru sejarah SMA di Tulungagung.

Menurut Yoyok, soal LKS klas XII tersebut sama halnya menciptakan bangunan fikir kepada generasi muda bahwa Gus Dur seorang koruptor. Sebab, setiap siswa yang mengerjakan soal LKS akan tertanam di ingatan bahwa Gus Dur jatuh karena kasus korupsi. Sementara kasus tersebut lebih bermuatan politis daripada permasalahan hukum.

“Selain pelencengan sejarah, ini adalah penghinaan. Jika tidak ditarik, Ansor akan melakukan sweeping sendiri,“ ancam Yoyok. LKS yang menurut Yoyok menyesatkan itu ditemukan oleh anggota Ansor Tulungagung yang sengaja melakukan investigasi.

Sebab sebelumnya, di Jawa Barat telah beredar soal ujian untuk siswa Madrasah Aliyah yang menyangkut hal itu. “Dan ternyata di Tulungagung juga ada. Ini kita sikapi dengan serius,“ tegasnya.

Selain meminta menarik dari peredaran, Yoyok juga mendesak dinas pendidikan serta forum pembuat soal pelajaran LKS (MGMP) untuk meminta maaf secara terbuka ke khalayak.

Menanggapi hal itu Bupati Tulungagung Heru Tjahjono mengaku sangat menyayangkan. Sebagai tindak lanjut, dirinya berjanji segera memerintahkan dinas pendidikan untuk segera melakukan penarikan LKS.

Dalam proses kegiatan tersebut (penarikan), pemkab Blitar akan berkoordinasi dengan Polres Tulungagung.

“Kita akan meminta LKS tersebut untuk diganti dengan yang baru. Seharusnya hal seperti ini tidak terjadi,“ keluh Heru.
(ysw)
Berita Terkait
Tingkatkan Kualitas...
Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Pemkab Langkat Hadirkan Smartboard untuk Siswa
Pendidikan Mahal, Orang...
Pendidikan Mahal, Orang Miskin Dilarang Sekolah
Momogi Berbagi Hadirkan...
Momogi Berbagi Hadirkan Edukasi dan Keceriaan bagi Siswa Sekolah Kami
Meningkatkan Literasi...
Meningkatkan Literasi di Dunia Pendidikan
OREO Berbagi Seru Hadirkan...
OREO Berbagi Seru Hadirkan Pembelajaran Berbasis Bermain untuk Siswa Purworejo
Tingkatkan Mutu Perguruan...
Tingkatkan Mutu Perguruan Tinggi, DPD Perkindo DKI Jakarta Gandeng 3 Universitas
Berita Terkini
Pemberdayaan UMKM Sawit,...
Pemberdayaan UMKM Sawit, BPDP Raih Penghargaan Medbun Awards
1 jam yang lalu
Hardiyanto Kenneth PDIP...
Hardiyanto Kenneth PDIP Apresiasi Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Mobil Klinik Hewan Keliling
10 jam yang lalu
Massa Antikorupsi Dukung...
Massa Antikorupsi Dukung Kortas Tipikor Polri dan KPK Usut Tuntas Dugaan Korupsi
12 jam yang lalu
Penampakan Emas Batangan...
Penampakan Emas Batangan hingga Uang Hasil Penggeledahan 13 Lokasi yang Ditampilkan di Polda Metro Jaya
13 jam yang lalu
Suasana Terkini Rumah...
Suasana Terkini Rumah Jampidsus di Kebayoran Baru: Sepi, Tidak Ada Penjagaan TNI
13 jam yang lalu
3 Pekerja Proyek Tewas...
3 Pekerja Proyek Tewas di Gorong-gorong, Pramono Ungkap 1 Korban Merupakan WNA
14 jam yang lalu
Infografis
Penjual Es yang Dihina...
Penjual Es yang Dihina Gus Miftah akan Diberangkatkan Umrah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved