Kronologi ABG habisi nyawa Siswa SMP

Kamis, 13 Desember 2012 - 20:27 WIB
Kronologi ABG habisi...
Kronologi ABG habisi nyawa Siswa SMP
A A A
Sindonews.com - Pelaku pemunuhan Siswa SMP Tirta Buaran, Dwi Saputra Atmoko (14) yang terbunuh di semak-semak ilalang pada 7 Desember 2012 di tanah kosong Kampung. Buaran RT 03/RW 08 Pondok Benda, Pamulang, akhirnya berhasil diringkus.

Kapolsek Pamulang Mochamad Nasir mengatakan, dari kemarin kita mendapat laporan dan langsung melakukan penyisiran, pelaku pulang ke rumah di jalan parama RT 03/08, Pondok Benda, pamulang pada jam 04.00 WIB pagi, dan kita sudah bergerak dari jam 10.00 malam, pelaku tidak melawan ketika ditangkap, walaupun sempat tidak mengaku.

Nama pelaku adalah Saiful Hanifah. Pelaku masih berumur 17 tahun.

"Tidak memiliki pekerjaan, tidak sekolah juga, pernah menarik angkot, tapi tidak permanen, belum ada pekerjaan tetap," ujarnya.

Nasir melanjutkan, barang buktinya adalah kayu pohon sepanjang 70 centimeter, ada dibawah tumpukan korban.

Menurut pengakuan pelaku, korban di ajak ngobrol di semak-semak lokasi kejadian, sambil jongkok dihajar dari belakang, eksekusinya di bawah jam 02.00 WIB, kemungkinan jam 12.00 WIB atau jam 01.00 WIB.

"Keinginan dari yang dia sampaikan hanya ingin mengambil telepon selular milik korban," kata Kapolsek.

Nasir menambahkan, korban dan pelaku adalah teman, kita belum tahu apa ada masalah sentimentil atau tidak.

"Pelaku terkena pasal 338, ya, jika direncanakan hukuman seumur hidup, tapi nanti dikembangkan dalam proses penyelidikan dengan ancaman 20 tahun" ujarnya

Nasir mengatakan, pelaku akan dilimpahkan ke Polres Jakarta Selatan terkait masih dibawah umur, nanti di sana yang akan menangani.

"Usianya masih dibawah dewasa, 17 tahun" kata dia.

Saiful Hanifah mengatakan, dirinya meminta korban untuk mengantarnya ke parakan, Pamulang. Lantas di mengajak korbang ke kebun, lalu memukulnya dengan kayu, dirinya mengaku ingin mengambil ponsel korban.

"Mau mabok saja" kata dia.

Pelaku mengenal korban yang sama-sama suka bermain di warnet, dan hanya mengenal korban begitu saja, setelah melakukan pembunuhan, dirinya mengaku kembali ke warnet.

"Enggak lama saya main di warnet, saya minta dianterin teman saya untuk menjual ponsel, dan laku Rp230 ribu," ujarnya.

Dirinya tidak tahu sebelumnya korban sudah meninggal, dia meninggalkan begitu saja ketika korban tidak bergerak. Pelaku pernah mengendarai angkot jurusan Bukit Pamulang-Ciputat.

Pelaku menyesali perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa orang.

Suantoro (14) salah seorang teman pelaku yang rumahnya di Jalan Inpres RT 04/09, Pamulang mengatakan, dirinya dan pelaku sering bermain warnet yang bernama Arenet seminggu biasa 3-4 hari bertemu dengan pelaku, karena sering bermain internet.

"Saya cuma bertemu begitu saja dengan pelaku," terangnya.
(stb)
Berita Terkait
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan...
Ini Tampang Pelaku Pembunuhan Perempuan yang Jasadnya Dibungkus Plastik di Sukoharjo
Ini Fakta-fakta Pembunuhan...
Ini Fakta-fakta Pembunuhan Mahasiswa Kedokteran UB
Pembunuh Pengusaha Emas...
Pembunuh Pengusaha Emas di Papua Ternyata WNA Afghanistan, Pelaku Selingkuhan Istri Korban
1 Buron Kasus Vina Cirebon...
1 Buron Kasus Vina Cirebon Berhasil Diringkus Polda Jabar
Ditahan Imbang Polandia,...
Ditahan Imbang Polandia, Prancis Gagal Juara Grup
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap Kasus Pembunuhan Advokat di Cilacap, Kakak Beradik Ditangkap
Berita Terkini
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta...
Perjalanan KRL Bogor-Jakarta Terganggu Imbas Vandalisme Alat Sinyal di Bojong Gede-Citayam
37 menit yang lalu
Berkali-kali Gagal Tes,...
Berkali-kali Gagal Tes, Anak Petani Sumbawa Bangga Dilantik Prabowo Jadi Perwira TNI
1 jam yang lalu
PSN Papua Perkuat Pemerataan...
PSN Papua Perkuat Pemerataan Pembangunan Indonesia
1 jam yang lalu
Bangun Harapan dari...
Bangun Harapan dari Wilayah 3T, PNM Peduli Tingkatkan Fasilitas SD Inpres Wae Moto
1 jam yang lalu
Di Kongres Nasional...
Di Kongres Nasional PMKRI, Sudirman Said Ajak Mahasiswa Bangun Kepemimpinan Intrinsik
2 jam yang lalu
PASTI INDONESIA Dampingi...
PASTI INDONESIA Dampingi Praperadilan dan Ajukan Penangguhan Penahanan Babe Aldo
3 jam yang lalu
Infografis
Bina Siswa Nakal di...
Bina Siswa Nakal di Barak Militer, Maarif Institut: Berpotensi Merusak Sistem Pendidikan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved