Flu burung mewabah, peternak panik
Kamis, 13 Desember 2012 - 15:01 WIB
Flu burung mewabah, peternak panik
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah peternak di Kabupaten Malang, Jawa Timur terlihat panik dengan merebaknya wabah flu burung disejumlah kawasan. Bahkan untuk mengantisipasi penyebaran virus H5N1 ke peternakannya, mereka memberikan dosis vaksin ganda ternak unggasnya.
Disamping itu, mereka kini mulai rutin melakukan pembersihan kandang unggasnya.
seperti di kandang ayam milik Suwandi, Desa Mendalawanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Sejak satu bulan lalu ia telah memberikan vaksin ganda terhadap sekira 20 ribu ayam ternaknya.
Menurut Suwandi, pemberian vaksin ini untuk meningkatkan kekebalan ayam, sehingga tidak mudah terjangkit virus flu burung. Selain itu, langkah tersebut juga untuk memperkecil tingkat kematian ayam selama peralihan musim kemarau ke musim hujan.
"Kami sudah mengantisipasi penyebaran virus dengan menggandakan dosis yang biasa diberikan," ujar Suwandi di rumahnya, Kamis (13/12/2012).
Selain itu, setiap peternak rutin membersihkan kandang menggunakan formalin serta menambah sekam untuk menjaga kelembaban kandang.
Dalam satu kali masa panen, tingkat kematian ayam peternak masih normal yakni sekira empat hingga lima persen dari total ternak.
Sementara hingga saat ini, Dinas peternakan Kabupaten Malang, Jawa Timur, belum melakukan antisipasi. Padahal wabah flu burung sudah terpantau di Kota Surabaya, Nganjuk, Kediri, dan Tulungagung.
Disamping itu, mereka kini mulai rutin melakukan pembersihan kandang unggasnya.
seperti di kandang ayam milik Suwandi, Desa Mendalawanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Sejak satu bulan lalu ia telah memberikan vaksin ganda terhadap sekira 20 ribu ayam ternaknya.
Menurut Suwandi, pemberian vaksin ini untuk meningkatkan kekebalan ayam, sehingga tidak mudah terjangkit virus flu burung. Selain itu, langkah tersebut juga untuk memperkecil tingkat kematian ayam selama peralihan musim kemarau ke musim hujan.
"Kami sudah mengantisipasi penyebaran virus dengan menggandakan dosis yang biasa diberikan," ujar Suwandi di rumahnya, Kamis (13/12/2012).
Selain itu, setiap peternak rutin membersihkan kandang menggunakan formalin serta menambah sekam untuk menjaga kelembaban kandang.
Dalam satu kali masa panen, tingkat kematian ayam peternak masih normal yakni sekira empat hingga lima persen dari total ternak.
Sementara hingga saat ini, Dinas peternakan Kabupaten Malang, Jawa Timur, belum melakukan antisipasi. Padahal wabah flu burung sudah terpantau di Kota Surabaya, Nganjuk, Kediri, dan Tulungagung.
(ysw)