224 KK tinggal di zona rawan banjir
Kamis, 13 Desember 2012 - 05:20 WIB
224 KK tinggal di zona rawan banjir
A
A
A
Sindonews.com - Sedikitnya ada 224 kepala keluarga yang belum mendapatkan bantuan tanah untuk lokasi dalam program pembangunan hunian tetap (Huntap) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang. Kondisi itu memaksa mereka masih menempati lahan yang berada di zona rawan banjir lahar dingin.
Widya Ayu Winarni, Penanggungjawab Operasional Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascaerupsi Gunung Merapi Sektor Perumahan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Magelang mengatakan, hal itu terkendala dengan uang bantuan Rp7.000.000 per kepala keluarga, yang tidak sesuai dengan harga lahan di wilayah Magelang.
”Kesulitannya memang karena susah mencari lahan dengan harga segitu (Rp 7 juta),” katanya, di Magelang, Rabu (12/12/2012).
Namun, pihaknya berjanji akan tetap berupaya mengusulkan 224 keluarga tersebut agar mendapatkan dana bantuan pembangunan huntap pada tahun 2013.
”Kami berharap, tahun depan pemerintah pusat masih mengalokasikan dana bantuan sehingga mereka yang belum mendapatkan lokasi pada tahun 2012, masih dapat membangun huntap pada tahun 2013,” lanjutnya.
Pemerintah pusat mengalokasikan bantuan senilai Rp7.000.000 untuk pengadaan tanah, dan Rp30.000.000 untuk pembangunan rumah. Tahun ini, Kabupaten Magelang sebenarnya mendapatkan alokasi dana bantuan untuk pembangunan huntap bagi 746 keluarga.
Namun, hingga November, baru sekitar 412 keluarga yang teralisasi, 224 keluarga masih belum mendapatkan tanah untuk pembangunan huntap, serta 110 keluarga menolak untuk direlokasi.
Kepala Desa Sirahan di Kecamatan Salam, Muryono mengatakan, hingga saat ini, sekitar 22 keluarga di wilayahnya, masih belum mendapatkan tanah untuk pembangunan huntap.
”Karena adanya informasi bantuan dana dari pemerintah untuk pembangunan huntap, maka para pemilik tanah di sekitar Desa Sirahan sepertinya memanfaatkan hal itu dengan menaikkan harga tanah,” ujarnya.
Dikatakannya, harga tanah di sekitar Desa Sirahan rata-rata mencapai Rp100.000 per meter persegi.
Sementara itu, Ketua tim pendukung teknis Gunung Merapi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutrisno mengutarakan bahwa upaya permintaan bantuan masih akan dilakukan untuk masyarakat yang tinggal di zona merah.
”Warga yang belum mendapatkan tanah, dan warga yang berubah pikiran dan ingin direlokasi pada tahun 2013, sebisa mungkin akan kami bantu agar tetap dapat membangun huntap,” tandasnya.
Widya Ayu Winarni, Penanggungjawab Operasional Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascaerupsi Gunung Merapi Sektor Perumahan Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Magelang mengatakan, hal itu terkendala dengan uang bantuan Rp7.000.000 per kepala keluarga, yang tidak sesuai dengan harga lahan di wilayah Magelang.
”Kesulitannya memang karena susah mencari lahan dengan harga segitu (Rp 7 juta),” katanya, di Magelang, Rabu (12/12/2012).
Namun, pihaknya berjanji akan tetap berupaya mengusulkan 224 keluarga tersebut agar mendapatkan dana bantuan pembangunan huntap pada tahun 2013.
”Kami berharap, tahun depan pemerintah pusat masih mengalokasikan dana bantuan sehingga mereka yang belum mendapatkan lokasi pada tahun 2012, masih dapat membangun huntap pada tahun 2013,” lanjutnya.
Pemerintah pusat mengalokasikan bantuan senilai Rp7.000.000 untuk pengadaan tanah, dan Rp30.000.000 untuk pembangunan rumah. Tahun ini, Kabupaten Magelang sebenarnya mendapatkan alokasi dana bantuan untuk pembangunan huntap bagi 746 keluarga.
Namun, hingga November, baru sekitar 412 keluarga yang teralisasi, 224 keluarga masih belum mendapatkan tanah untuk pembangunan huntap, serta 110 keluarga menolak untuk direlokasi.
Kepala Desa Sirahan di Kecamatan Salam, Muryono mengatakan, hingga saat ini, sekitar 22 keluarga di wilayahnya, masih belum mendapatkan tanah untuk pembangunan huntap.
”Karena adanya informasi bantuan dana dari pemerintah untuk pembangunan huntap, maka para pemilik tanah di sekitar Desa Sirahan sepertinya memanfaatkan hal itu dengan menaikkan harga tanah,” ujarnya.
Dikatakannya, harga tanah di sekitar Desa Sirahan rata-rata mencapai Rp100.000 per meter persegi.
Sementara itu, Ketua tim pendukung teknis Gunung Merapi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutrisno mengutarakan bahwa upaya permintaan bantuan masih akan dilakukan untuk masyarakat yang tinggal di zona merah.
”Warga yang belum mendapatkan tanah, dan warga yang berubah pikiran dan ingin direlokasi pada tahun 2013, sebisa mungkin akan kami bantu agar tetap dapat membangun huntap,” tandasnya.
(san)