Gratis 3 bulan, pedagang serbu Pasar Segar Depok
Rabu, 12 Desember 2012 - 15:12 WIB
Gratis 3 bulan, pedagang serbu Pasar Segar Depok
A
A
A
Sindonews.com - Antusias para pelaku usaha atau pedagang yang hendak berjualan di pasar tradisional modern Pasar Segar, Jalan Tole Iskandar, Depok, semakin meningkat. Hal itu seiring dengan program promo gratis yang ditawarkan Dinas Pasar, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Depok yang menggratiskan biaya sewa kios selama tiga bulan.
Dari total 481 kios yang terdapat di Pasar Segar, 406 sudah dimiliki oleh para investor atau pemilik. Sisanya 75 kios masih dimiliki oleh pengelola Pasar Segar. Namun, para pemilik kios umumnya hanya berinvestasi saja, dan membiarkan kiosnya kosong tidak dipakai untuk berdagang.
"Peminatnya, kita berharap secepatnya semua kios dan loss dijadikan tempat berdagang. Pemiliknya ada sebenarnya hanya investasi saja, karena awalnya masih sepi, kurang laku. Kami tawarkan kalau mau buka sendiri silahkan segera, kalau enggak mau agar tidak menjadi pasar mati, kita tawarkan kerja sama promo gratis ini," ujar Kepala Dinas Pasar Koperasi dan UKM Kota Depok Herman Hidayat, di Depok, Rabu (12/12/12).
Karena itu, lanjut Herman, sejauh ini sudah ada 112 pedagang yang sudah mendaftar dan mengisi kios tersebut. Sementara masih terdapat 53 calon pedagang yang masih ada di daftar tunggu.
"Kami komunikasikan dengan pemilik untuk bersedia mendukung program kami untuk menggratiskan tiga bulan kiosnya, jika nantinya calon penyewa mau meneruskan sewa atau membeli, silahkan berkomunikasi dengan pemilik," ungkapnya.
Direktur Pasar Segar Depok Tri Apridianto mengatakan saat ini pengembangan operasional pasar segar dilakukan oleh Pemerintah Kota. Nantinya jika promosi sudah selesai, maka biaya sewa disepakati Rp5 juta per kios per tahun.
"Standar harga Rp5 juta. Loss masih ada milik kita pribadi 281 loss, ini kebijakan kita, nantinya ada retribusi atau sewa akan kita pikirkan," tandasnya.
Dari total 481 kios yang terdapat di Pasar Segar, 406 sudah dimiliki oleh para investor atau pemilik. Sisanya 75 kios masih dimiliki oleh pengelola Pasar Segar. Namun, para pemilik kios umumnya hanya berinvestasi saja, dan membiarkan kiosnya kosong tidak dipakai untuk berdagang.
"Peminatnya, kita berharap secepatnya semua kios dan loss dijadikan tempat berdagang. Pemiliknya ada sebenarnya hanya investasi saja, karena awalnya masih sepi, kurang laku. Kami tawarkan kalau mau buka sendiri silahkan segera, kalau enggak mau agar tidak menjadi pasar mati, kita tawarkan kerja sama promo gratis ini," ujar Kepala Dinas Pasar Koperasi dan UKM Kota Depok Herman Hidayat, di Depok, Rabu (12/12/12).
Karena itu, lanjut Herman, sejauh ini sudah ada 112 pedagang yang sudah mendaftar dan mengisi kios tersebut. Sementara masih terdapat 53 calon pedagang yang masih ada di daftar tunggu.
"Kami komunikasikan dengan pemilik untuk bersedia mendukung program kami untuk menggratiskan tiga bulan kiosnya, jika nantinya calon penyewa mau meneruskan sewa atau membeli, silahkan berkomunikasi dengan pemilik," ungkapnya.
Direktur Pasar Segar Depok Tri Apridianto mengatakan saat ini pengembangan operasional pasar segar dilakukan oleh Pemerintah Kota. Nantinya jika promosi sudah selesai, maka biaya sewa disepakati Rp5 juta per kios per tahun.
"Standar harga Rp5 juta. Loss masih ada milik kita pribadi 281 loss, ini kebijakan kita, nantinya ada retribusi atau sewa akan kita pikirkan," tandasnya.
(mhd)