Kurangi kemacetan, ganjil-genap rugikan masyarakat

Rabu, 12 Desember 2012 - 09:54 WIB
Kurangi kemacetan, ganjil-genap...
Kurangi kemacetan, ganjil-genap rugikan masyarakat
A A A
Sindonews.com - Indonesia Police Watch (IPW) menolak gagasan nomor polisi genap ganjil untuk atasi kemacetan yang dilontarkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Pasalnya, gagasan itu sangat tidak realistis dan merugikan rakyat. Oleh sebab itu, Polda Metro Jaya tidak mendukung gagasan itu.

"Terjadinya kemacetan parah di Jakarta adalah akibat tidak jelasnya konsep pemerintah dalam mengendalikan jumlah kendaraan bermotor. Bahkan pemerintah cenderung berpihak kepada kepentingan asing dalam mengumbar produksi kendaraan bermotor," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane dalam rilis yang diterima Sindonews, Rabu (12/12/2012).

Dia menambahkan, Di sisi lain pemerintah tidak peduli dengan keberadaan angkutan umum (massal). Dalam kondisi ini, pantaskah kemudian rakyat dikorbankan dengan program Jokowi. Ironisnya yang mengorbankan justru Gubernur yang dianggap sebagai pro rakyat.

"Sebagai Gubernur, Jokowi harusnya mengetahui bahwa ketidaknyamanan angkutan umumlah yang membuat warga Jakarta terpaksa mengandalkan kendaraan pribadi (mobil atau motor). Seharusnya Jokowi tahu bahwa sumber kemacetan bukan hanya karena kepadatan kendaraan pribadi, tapi juga akibat jalanan umum dikuasai parkir liar dan pedagang kaki lima," katanya.

Di Jakarta, sedikitnya ada 21.500 titik yg dikuasai parkir liar dan pedagang kali lima. Mulai dari Jatinegara, Matraman, Salemba, Cawang, Grogol, Roxi, Blok M, Cengkareng, dll. Selain itu terminal bayangan (tempat angkot ngetem) hampir di lokasi2 strategis di Jakarta juga menjadi biang kemacetan.

Menurutnya, Jokowi membenahi dulu angkutan umum yang sangat tidak memadai. Pelayanan busway saja masih sangat buruk, selain berjubel di atas jam 21.00 busway tidak berhenti di semua halte.

Untuk mengatasi kemacetan Jakarta Jokowi perlu mendesak Pemerintah Pusat segera mengendalikan produksi otomotif, bila perlu melakukan moratorium.

"Sehingga Jakarta tidak menjadi lokasi "pembuangan tumpah ruah" industri otomotif asing yang sekarang ini sudah nyata-nyata membuat kesemrawutan dimana-mana," tutupnya.
(mhd)
Berita Terkait
Penasaran, Ini Mahakarya...
Penasaran, Ini Mahakarya Gubernur DKI dari Sutiyoso hingga Anies
Saefullah, Sekda DKI...
Saefullah, Sekda DKI 4 Gubernur dari Jokowi, Ahok, Djarot hingga Anies
4 Gubernur Jakarta yang...
4 Gubernur Jakarta yang Dulunya Wagub dari Henk Ngantung hingga Djarot Saiful Hidayat
PDIP Godok Kader Internal...
PDIP Godok Kader Internal di Pilgub DKI: Ada Ahok, Djarot, Risma, dan Andika Perkasa
Ahok Kebanjiran Pertanyaan...
Ahok Kebanjiran Pertanyaan Soal Apikasi Jangkau Besutannya
Kaesang soal Ahok Mundur...
Kaesang soal Ahok Mundur dari Komut: Dari TKN Banyak Kok
Berita Terkini
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
4 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
5 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
6 jam yang lalu
2 Pencuri Kabel Rp143...
2 Pencuri Kabel Rp143 Juta di Cikarang Selatan Ditangkap saat Beraksi
8 jam yang lalu
Jangan Lewatkan Bebas...
Jangan Lewatkan Bebas Denda Pajak Kendaraan, Gerai Samsat Hadir di PRJ
9 jam yang lalu
MUI Kecam Keras 27 Pelaku...
MUI Kecam Keras 27 Pelaku Rudapaksa Remaja di Madura: Hukuman Berat Harus Diberlakukan
9 jam yang lalu
Infografis
Kemenkes Imbau Masyarakat...
Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada, Virus HMPV Merebak di China
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved