Parkir sembarang, 309 kendaraan digembok
Rabu, 12 Desember 2012 - 09:31 WIB
Parkir sembarang, 309 kendaraan digembok
A
A
A
Sindonews.com - Sepanjang November 2012, Suku Dinas (Sudin) Perhubungan Jakarta Pusat menertibkan 309 dengan cara menggembok langsung di tempat. 309 kendaraan itu ditertibakan dari lima lokasi di Jakarta Pusat, yakni di Jalan Abdul Muis, Jalan Samanhudi, Salemba Raya, Wahid Hasyim, dan Jalan Senen Raya.
Kasudin Perhubungan Jakarta Pusat Sunardi Sinaga mengatakan, pihaknya selalu melakukan operasi terhadap kendaraan yang parkir di sembarang tempat. Menurutnya pola pikir masyarakat yang menginginkan kemudahan menjadi salah satu faktor utama banyaknya pelanggaran tersebut.
"Rata-rata perhari kendaraan yang digembok antara 10-15 kendaraan, hari ini saja (selasa) kita menggembok sembilan kendaraan," kata Sunardi, di Jakarta, Selasa (11/12/12)
Sunardi mengimbau kepada masyarakat, agar mau memarkirkan kendaraannya di tempat yang sudah diteteapkan. Pasalnya kendaraan yang parkir di sembarang tempat akan membuat macet lalu-lintas.
"Pemilik kendaraan yang digembok bisa mendatangi kantor suku dinsa perhubungan di Jalan Senen Raya. Selanjutnya akan diberi kertas bukti pelanggaran (tilang)," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya terus melakukan penertiban sampai tidak ada lagi kendaraan yang parkir di sembarang tempat.
"Masyarakat luas agar tidak mudah menuruti petugas parkir yang ada di sembarang tempat, selain keamanannya tidak terjamin, tentunya kendaraan yang parkir sembarang akan di tilang, dan petugas parkir tersebut tidak akan bertanggung jawab," pungkasnya.
Zico Nurrashid (27), salah seorang pemilik kendaraan yang digembok mengatakan, dirinya baru pertama kali memarkirkan kendaraannya di pinggir Jalan Salemba raya. Karena, pada saat itu, dia tergesa-gesa hendak membeli kabel di Pasar Kenari. Mengetahui kendaraannya digembok, Zico langsung mendatangi kantor Sudin perhubungan Jakarta Pusat. Dirinya mengaku kecewa dengan pelayan yang ada disana, para staf menurutnya tidak profesional, pasalnya saat akan mengurus kendaraannya dirinya di oper kesana kemari.
"Pertama saya datang ke kantor yang sudah mau ambruk, kemudian saya diarahkan ke kantor sebelahnya, setelah itu saya masih harus menunggu," tuturnya.
Lebih lanjut Zico mengatakan seharusnya sebagai pelayan masyarakat, petugas yang ada di kantor tersebut bisa lebih profesional menangangi masalah seperti ini. Dirinya mengaku bersalah, dan ingin mengurusnya, namun perilaku petugas yang ada di kantor tersebut membuat dirinya banyak kehilangan waktu.
"Saya datang untuk mengurus, kan seharusnya dilayani, bukan di oper kesana-sini," tandasnya.
Kasudin Perhubungan Jakarta Pusat Sunardi Sinaga mengatakan, pihaknya selalu melakukan operasi terhadap kendaraan yang parkir di sembarang tempat. Menurutnya pola pikir masyarakat yang menginginkan kemudahan menjadi salah satu faktor utama banyaknya pelanggaran tersebut.
"Rata-rata perhari kendaraan yang digembok antara 10-15 kendaraan, hari ini saja (selasa) kita menggembok sembilan kendaraan," kata Sunardi, di Jakarta, Selasa (11/12/12)
Sunardi mengimbau kepada masyarakat, agar mau memarkirkan kendaraannya di tempat yang sudah diteteapkan. Pasalnya kendaraan yang parkir di sembarang tempat akan membuat macet lalu-lintas.
"Pemilik kendaraan yang digembok bisa mendatangi kantor suku dinsa perhubungan di Jalan Senen Raya. Selanjutnya akan diberi kertas bukti pelanggaran (tilang)," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya terus melakukan penertiban sampai tidak ada lagi kendaraan yang parkir di sembarang tempat.
"Masyarakat luas agar tidak mudah menuruti petugas parkir yang ada di sembarang tempat, selain keamanannya tidak terjamin, tentunya kendaraan yang parkir sembarang akan di tilang, dan petugas parkir tersebut tidak akan bertanggung jawab," pungkasnya.
Zico Nurrashid (27), salah seorang pemilik kendaraan yang digembok mengatakan, dirinya baru pertama kali memarkirkan kendaraannya di pinggir Jalan Salemba raya. Karena, pada saat itu, dia tergesa-gesa hendak membeli kabel di Pasar Kenari. Mengetahui kendaraannya digembok, Zico langsung mendatangi kantor Sudin perhubungan Jakarta Pusat. Dirinya mengaku kecewa dengan pelayan yang ada disana, para staf menurutnya tidak profesional, pasalnya saat akan mengurus kendaraannya dirinya di oper kesana kemari.
"Pertama saya datang ke kantor yang sudah mau ambruk, kemudian saya diarahkan ke kantor sebelahnya, setelah itu saya masih harus menunggu," tuturnya.
Lebih lanjut Zico mengatakan seharusnya sebagai pelayan masyarakat, petugas yang ada di kantor tersebut bisa lebih profesional menangangi masalah seperti ini. Dirinya mengaku bersalah, dan ingin mengurusnya, namun perilaku petugas yang ada di kantor tersebut membuat dirinya banyak kehilangan waktu.
"Saya datang untuk mengurus, kan seharusnya dilayani, bukan di oper kesana-sini," tandasnya.
(maf)