Bayi penderita Hydrocephalus butuh bantuan
Rabu, 12 Desember 2012 - 02:05 WIB
Bayi penderita Hydrocephalus butuh bantuan
A
A
A
Sindonews.com - Ristang, balita berusia delapan bulan asal Desa Mulamenre, Kecamatan Ulaweng Kabupaten Bone gagal dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar akibat terkendala biaya.
Setelah sebelumnya, ibunda Ristang memeriksakan anaknya ke poli anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Watampone karena menderita penyakit hydrocephalus (kepala besar).
Balita dari pasangan Darmiati (25), dan Mansur (29), yang bermata pencaharian sebagai petani, mulai menderita penyakit itu sejak lahir. Karena keterbatasan biaya, pihak orang tuanya baru pertama kali melakukan pemeriksaan di rumah sakit tersebut.
"Kami hidup pas-pasan, dan kami takut kalau anak saya dibawa ke Makassar dan butuh biaya," papar Darmiati Ibunda Ristang, di RSUD Tenriawu, Bone, Selasa (11/12/2012).
Mengetahui pertumbuhan kepalanya terus membesar, bayi mungil tersebut dilarikan RSUD Tenriawaru atas desakan dari pihak warga dikampungnya. Kata Darmiati, kondisi Ristang mulai tidak seperti teman sebayanya dikampung yang tidak bisa duduk dan kerap menangis.
"Setelah pemeriksaan dokter di rumah sakit, katanya harus dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin di Makassar karena tidak ada alatnya disini," terangnya.
Sementara itu, pihak orang tua kini masih kebingungan dengan biaya pengobatan untuk operasi anaknya tersebut. Hingga kini, orang tua Ristang belum merujuk putranya itu ke Makassar meski sudah mengantongi rujukan dari dokter RSUD Tenriawaru Watampone karena tidak ada biaya.
"Kami bingung harus bagaimana, karena takut biaya untuk pengobatannya mahal," ucapnya.
Sementara itu, dilokasi RSUD Tenriawaru Watampone, anggota DPRD Bone, Firman Batari yang kebetulan melewati jalur gerbang utama langsung menyambangi penderita hydrocepalus tersebut sembari memberikan bantuan uang.
"Tidak ada biaya untuk rujukan ke Rumah Sakit ke Makassar, anak tersebut harus mendapatkan perawatan dan penyembuhan," imbuhnya.
Setelah sebelumnya, ibunda Ristang memeriksakan anaknya ke poli anak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tenriawaru Watampone karena menderita penyakit hydrocephalus (kepala besar).
Balita dari pasangan Darmiati (25), dan Mansur (29), yang bermata pencaharian sebagai petani, mulai menderita penyakit itu sejak lahir. Karena keterbatasan biaya, pihak orang tuanya baru pertama kali melakukan pemeriksaan di rumah sakit tersebut.
"Kami hidup pas-pasan, dan kami takut kalau anak saya dibawa ke Makassar dan butuh biaya," papar Darmiati Ibunda Ristang, di RSUD Tenriawu, Bone, Selasa (11/12/2012).
Mengetahui pertumbuhan kepalanya terus membesar, bayi mungil tersebut dilarikan RSUD Tenriawaru atas desakan dari pihak warga dikampungnya. Kata Darmiati, kondisi Ristang mulai tidak seperti teman sebayanya dikampung yang tidak bisa duduk dan kerap menangis.
"Setelah pemeriksaan dokter di rumah sakit, katanya harus dirujuk ke Rumah Sakit Wahidin di Makassar karena tidak ada alatnya disini," terangnya.
Sementara itu, pihak orang tua kini masih kebingungan dengan biaya pengobatan untuk operasi anaknya tersebut. Hingga kini, orang tua Ristang belum merujuk putranya itu ke Makassar meski sudah mengantongi rujukan dari dokter RSUD Tenriawaru Watampone karena tidak ada biaya.
"Kami bingung harus bagaimana, karena takut biaya untuk pengobatannya mahal," ucapnya.
Sementara itu, dilokasi RSUD Tenriawaru Watampone, anggota DPRD Bone, Firman Batari yang kebetulan melewati jalur gerbang utama langsung menyambangi penderita hydrocepalus tersebut sembari memberikan bantuan uang.
"Tidak ada biaya untuk rujukan ke Rumah Sakit ke Makassar, anak tersebut harus mendapatkan perawatan dan penyembuhan," imbuhnya.
(ysw)